Oportunis, Hewan pun Juga Kuat

RADAR JEMBER.ID – Ungkapan paling manis yang pernah didengar setiap orang saat berpuasa adalah kesederhanaan. Yang demikian itu diucapkan secara terus-menerus untuk menegaskan bahwa kesederhanaan adalah puncak kemewahan dari hasil perjuangan atas rasa lapar dan dahaganya.
Tapi faktanya, tidak ada perjuangan, yang ada hanya sebuah pembelaan. Apalagi, itu hanya sebuah ungkapan yang dihasilkan dari aktivitas yang monoton saat puasa misalnya tidur seharian. Kemudian mereka bangun saat menjelang berbuka. Padahal ia tak ikut apa-apa, tinggal bangun saja. Kemudian sudah tersaji berbagai hidangan segar nan nikmat.
Lantas, apakah yang demikian itu hasil dari sebuah perjuangan? Tentu semua akan bersepakat ‘tidak’. Karena hewan mampu melakukan itu. Lalu apakah yang demikian itu mencerminkan kesederhanaan? Kembali sebuah pertanyaan untuk kita. Lebih parah lagi, mereka yang tak puasa tapi ikut berbuka. Demikian manis wajah mereka-mereka yang menutup dirinya dengan segala kekurangannya.
Masing-masing kita bukan mencoba untuk menghakimi setiap dari mereka. Namun, hal itu sudah sangat tampak di sekitar kita, bukan sebagai keniscayaan. Tapi sebuah problem akut yang dianggap biasa saja. Selanjutnya, mari, kita bangunkan para orang-orang yang memiliki itu sifat oportunis itu. Orang yang suka mencari keuntungan sendiri tanpa memiliki prinsip yang jelas.
Atau justru orang itu adalah diri kita sendiri. Maka sudah sewajarnya semua langkah dimulai dari hal yang paling kecil yaitu membenahi diri kita masing-masing sambil terus berbuat kebaikan kepada saudara-saudara kita. (*)

IKLAN

Reporter :

Fotografer : istimewa

Editor : Rangga Mahardika