Dua Pelaku Teror Pembakaran Mobil Ditangkap Polisi

Motifnya hanya Caper

AKHIRNYA TERTANGKAP: Kapolres AKBP Kusworo Wibowo didampingi Kasat Reskrim AKP Jumbo dan AKP Ribu Budiono (Kapolsek Sukorambi) menginterogasi dua tersangka pelaku pembakar mobil, masing-masing Toyib, 30 (kiri), dan Nurul Hidayat, 35 (kanan), di Polres Jember.

RADAR JEMBER.ID – Setelah melakukan penyelidikan dua minggu, akhirnya Polres Jember berhasil mengungkap pelaku aksi teror pembakaran tiga mobil di wilayah hukum Polsek Sukorambi. Dua pelaku yang berhasil ditangkap adalah Nurul Hidayat, 35, warga Dusun Ampo, Desa Dukuhmencek, Kecamatan Sukorambi, serta Toyib, 30, warga Dusun Glengseran, Desa Serut, Kecamatan Panti, Senin (13/5) pukul 01.30.
“Tersangka Nurul Hidayat ini nekat mengajak tersangka Toyib untuk melakukan aksi teror dengan membakar tiga mobil dan satu gedung PAUD/ TK AL Ikhlas. Mereka ini mencari perhatian agar dalam pelaksanaan pilkades 2019 nanti dikenal warga,” ujar AKBP Kusworo Wibowo, Kapolres Jember, kepada wartawan di rumah korban M Asnawi, 59, warga Dusun Ampo, Desa Dukuhmencek, Sukorambi, Selasa (14/5) pukul 14.00.
Dua pelaku itu melakukan pembakaran dua mobil jenis kijang dan sedan di bengkel milik Puspo Yudho, 59, warga Perumahan Kodim Dusun Krajan, Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi.
Beberapa jam kemudian, mobil kijang milik M. Asnawi, 58, di garasi rumahnya di Dusun Ampo, Desa Dukuh Mencek, Kecamatan Sukorambi, juga mereka bakar.
“Jadi, penyelidikan yang kami lakukan pasca kejadian melibatkan Tim Laboratorium Forensik Polda Jatim. Dari penyelidikan itu muncul beberapa kemungkinan terjadinya kebakaran itu. Kemudian (penyelidikan) mengerucut sampai akhirnya kita amankan dua orang yang diduga pelaku teror pembakaran mobil ini. Keduanya kami tangkap di rumahnya masing-masing pada Senin (13/5) pukul 01.30,” ujar AKBP Kusworo Wibowo, Kapolres Jember.
Menurut Kusworo, keduanya merupakan residivis yang sebelumnya pernah mendekam di Lapas Kelas IIA Jember. “Tersangka Toyib ini dua kali masuk penjara karena kasus perjudian dan kepemilikan senjata tajam. Sementara tersangka Nurul itu pernah dipenjara karena kasus okerbaya (obat keras berbahaya),” ujarnya.
Hubungan antara tersangka Nurul dan Toyib adalah teman. Sementara itu, otak dari teror kasus pembakaran mobil ini adalah Nurul. Menurut Kusworo, Nurul ingin diperhatikan dan diorangkan oleh perangkat desa setempat, sehingga dia nekat melakukan aksi itu. “Mungkin juga ada kaitannya dengan pilkades bulan September mendatang. Ini sementara pengakuan tersangka Toyib, bahwa tersangka Nurul ini ingin dipandang perangkat desa setempat,” ujarnya.
Kedua tersangka, menurut Kusworo, tidak kenal dengan korbannya. Teror bakar mobil itu dilakukan secara acak dan memungkinkan aman saat melakukan aksinya. “Jadi, keduanya hanya ingin membuat onar dan rusuh di desanya, supaya tersangka ini punya nilai jual,” ujar Kusworo.
Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan pasal 187 ayat 1 KUHP. Bunyi pasal itu, barang siapa dengan sengaja menimbulkan ledakan, kebakaran, atau banjir, diancam dengan hukuman 12 tahun penjara. “Untuk kasusnya masih terus kita kembangkan apakah ada keterlibatan dengan orang lain,” pungkas Kusworo. (jum/c2/hdi)

IKLAN

Rancang Aksi di Rest Area Jubung
WARGA di wilayah Kecamatan Sukorambi bernafas lega, setelah polisi meringkus Nurul dan Toyib yang diduga pelaku teror pembakaran mobil. Dalam kasus itu terungkap bahwa Nurul otak dari kasus tersebut. Motifnya, Nurul ingin mendapat perhatian dan dipandang oleh perangkat desa setempat. Lantas, bagaimanakah kedua reaidivis itu melakukan aksinya?
Menurut Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo, beberapa saat sebelum kejadian di bengkel Puspo Yudho, Nurul menghubungi Toyib melalui ponsel. “Kata si Nurul ke Toyib: jangan tidur dulu, ini ada pekerjaan,” ungkap Kusworo. Setelah bertemu dan menyampaikan niatnya melakukan teror, Nurul kemudian memberikan uang sebesar Rp 200 ribu kepada Toyib.
Dengan menggunakan motor milik Toyib, keduanya berangkat mencari sasaran. Pertama yang menjadi sasaran adalah mobil di bengkel Puspo Yudho tersebut. “Di lokasi pertama ini eksekutornya Nurul. Dia menggunakan bensin menggunakan selang dari motor Toyib dan dimasukkan ke botol Aqua. Setelah itu dilempar ke bawah mobil dan langsung dibakar,” ujuar Kapolres Jember.
Menurutnya, selang kecil sepanjang 1 meter yang diduga digunakan untuk mengambil BBM bensin di dalam tangki motornya untuk membakar mobil itu, sudah diamankan dari rumah Nurul sebagai barang bukti.
Setelah melakukan aksi pertamanya, beberapa jam kemudian mereka kembali melakukan aksi serupa. Kali ini sasarannya sebuah mobil kijang di garasi milik M. Asnawi. 58 “Untuk TKP di rumah Asnawi ini, eksekutornya adalah tersangka Toyib,” ujar Kusworo.
Di lokasi kedua ini, Toyib menggunakan kaos yang ada di pojokan garasi milik Asnawi. Kemudian, Toyib membakar kaos itu menggunakan korek. “Setelah kaos terbakar, tersangka Toyib membuka pintu mobil sebelah kiri depan, dan melemparkan kaos yang terbakar itu ke dalam mobil tersebut,” ujarnya. Pengakuan Toyib ini sesuai dengan pengakuan korban Asnawi bahwa dia (Asnawi) memang menaruh kaos di pojokan garasi tersebut.
Selain peristiwa mobil yang terbakar di 2 lokasi, pada hari yang sama yakni Sabtu 27 April lalu, kebakaran juga terjadi di Gedung PAUD / TK Al Ikhlas di Dusun Jubung Lor, Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi.
Kebakaran di gedung PAUD ini, hanya selisih sekitar 30 menit dari lokasi mobil yang terbakar di bengkel milik Puspo Yudho. Saat ditanya apakah kedua tersangka juga diduga melakukan pembakaran gedung PAUD tersebut, Kusworo belum bisa memastikan. “Tersangka tidak mengakui (membakar gedung PAUD) itu,” ujar Kusworo.
Sebelum melakukan aksinya pada Sabtu (27/4) pukul 23.30 di rumah Puspo, kedua tersangka melakukan pertemuan di gazebo, Rest Area Desa Jubung, Sukorambi pada pukul 19.00 hingga pukul 21.00 WIB. Sekitar pukul 22.00 dua pelaku langsung mulai bergerak menuju sasaran. ”Setelah selesai melakukan aksi, pelaku langsung saling menghubungi melalui HP,” kata Kusworo.
Muhammad Asnawi, 58, korban aksi teror merasa senang karena kasus mobilnya yang dibakar itu akhirnya terungkap. “Saya berharap polisi mempertajam lagi kasus ini, tujuan dan motifnya apa. Saya serahkan sepenuhnya kasus ini kepada polisi,” ungkap Asnawi. Dia juga menegaskan bahwa dirinya tidak kenal dengan kedua tersangka itu. “Dan saya juga merasa tidak pernah ada masalah dengan mereka,” pungkasnya. (*)

Reporter : Jumai

Fotografer : jumai

Editor : Hadi Sumarsono