Andalkan CCTV Awasi Pengendara ‘Nakal’

Ke Depan, Bakal Terapkan E-tilang

PASANG RAMBU: Petugas Dinas Perhubungan Jember memasang papan bertuliskan “Area Diawasi Kamera CCTV” yang dipasang di simpang empat Mangli, kemarin (14/2).

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Saat ini pengguna jalan di Jember harus benar-benar tertib ketika berkendara. Sebab, semua pengendara yang bakal masuk ke kawasan kota sudah terpantau 24 jam. Dengan begitu, meski tak ada petugas yang berjaga, pengendara yang melanggar bakal tetap ketahuan. Dan mereka akan ditilang. Sebab, ke depan kepolisian di Jember akan menerapkan sistem tilang elektronik atau e-tilang.

IKLAN

Namun, sebelum menerapkan e-tilang, Satlantas Polres Jember bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jember memasang rambu penanda closed circuit television (CCTV). Rambu berbentuk papan ini untuk menunjukkan ke pengguna jalan bahwa di area lampu merah tersebut terpasang kamera pengawas, sehingga mereka takut untuk melanggar lalu lintas.

Rambu bertuliskan “Area Diawasi Kamera CCTV” ini mulai disosialisasikan agar setiap pengendara yang akan memasuki jalan kota bisa tahu. Rambu itu dipasang di beberapa titik persimpangan utama jalan kota. Dengan terpasangnya rambu ini, diharapkan para pengendara semakin tertib berlalu lintas.

Pengendara yang tidak tertib, seperti tidak menggunakan helm atau sabuk pengaman, akan terpantau dari CCTV tersebut. Kamera pengawas ini terhubung ke Traffic Management Center (TMC) yang ada di kantor Dishub Jember. Dengan demikian, setiap pengguna jalan yang melanggar akan ‘diomeli’ oleh petugas melalui pelantang suara yang dipasang di setiap lampu merah.

Ada beberapa titik yang mulai dipasang rambu. Di antaranya perempatan Mangli, Argopuro, simpang tiga Jalan Sentot Prawirodirjo atau rumah dinas wakil bupati, simpang empat SMPN 2 Jember, Gladak Kembar, Pasar Tanjung, dan perempatan RRI. “Selain itu, juga dipasang di simpang tiga Perhutani dan Bhayangkara,” ujar Iptu Agus Yudi Kurniawan, KBO Satlantas Polres Jember, kemarin (14/2).

Menurut dia, pemasangan tulisan bahwa kawasan itu diawasi kamera CCTV bertujuan untuk menekan angka pelanggaran pengguna jalan. Dia pun mengklaim, sosialisasi seperti ini efektif mengurangi tingkat pelanggaran lalu lintas. “Selain itu, langkah ini juga bentuk sosialisasi kepada masyarakat bahwa ke depannya di Jember akan diberlakukan tilang elektronik,” ungkapnya.

Agus menambahkan, dengan adanya sosialisasi area pengawasan CCTV ini, kesadaran masyarakat dalam tertib berlalu lintas juga diharapkan semakin meningkat. Terlebih bentuk sosialisasi yang dilakukan bukan hanya pemasangan rambu saja, tapi juga imbauan di beberapa tempat melalui tulisan berjalan. “Jadi, tidak hanya melalui media ini saja, tapi juga running text yang ada di beberapa sudut Kota Jember,” ujarnya.

Kendati sudah dipasangi CCTV, tapi tetap saja ada pengendara yang membandel. Bahkan, saat petugas menggelar sosialisasi, ada seorang pengendara motor yang berboncengan tanpa dilengkapi helm. Untuk memberi efek jera serta peringatan bagi pengendara yang lain, polisi menilang pemotor tersebut. “Karena 80 persen korban kecelakaan itu meninggal akibat tidak menggunakan helm,” pungkas Agus.

Pemasangan rambu penanda ini mendapat sambutan masyarakat. Samsul, 36, salah seorang pengendara motor asal Desa Rambigundam, Kecamatan Rambipuji, mengatakan, pemasangan rambu tambahan tersebut dinilainya baik. Sebab, menjadi pengingat untuk setiap pengendara agar selalu tertib di jalan. “Setiap pengendara, baik itu pemotor maupun sopir mobil, harus menaati rambu lalu lintas,” ucapnya.

Sebab, kata dia, jika ada pengendara yang tidak tertib, membuat pengendara yang lain tidak nyaman. Semisal, main serobot di jalan, berhenti sembarangan, atau berhenti melewati garis stop. “Kalau di sini, biasanya yang paling banyak tak menggunakan helm. Alasannya karena dekat dan hanya mau ke pasar,” ujarnya.

Hanya saja, Samsul berkomentar, untuk rambu tambahan itu tulisannya kurang besar. Sehingga tulisan itu tak terbaca oleh pengendara yang berada di baris belakang, karena jaraknya cukup jauh. Terutama saat menunggu antrean di lampu merah. “Kalau bisa rambu yang dipasang ukurannya lebih besar dan tulisannya juga diperbesar,” usulnya.

Reporter : Jumai

Fotografer : Jumai

Editor :