KH Muhammad Ma’shum Masih Pidato Meski di Kursi Roda dan Berinfus

KH Muhammad Ma’shum

RADARJEMBER.ID – Kabar duka itu begitu cepat menyebar. Tak hanya lewat medsos tapi dari mulut ke mulut. Banyak yang masih belum percaya, KH Muhammad Ma’shum kemarin sore wafat. Meski, banyak yang tahu Pengasuh Ponpes Al Islah itu tengah sakit dan sedang menjalani perawatan di RS Siloam Surabaya.

IKLAN

“Abi wafat Kamis pukul 14.30, Mas,” kata Afifah, puteri yang selalu mendampingi almarhum mendampingi KH Muhammad Ma’shum selama di RS Siloam Surabaya. Menurut Afifah, Abi, panggilan akrab KH Muhammad Ma’shum didiagnosis menderita  kanker paru. Abi dirawat di RS Siloam selama enam hari. Sebelumnya, Abi mendapatkan perawatan di RS Jember Klinik.

Sakit yang diderita Abi sebenarnya cukup lama. Abi kerap keluar masuk RS untuk melakukan pengobatan. Meski dalam kondisi sakit, Abi selalu optimistis. ”Beliau seperti orang yang tidak sakit. Bahkan, obatnya Abi itu aktif melakukan ceramah pengajian dan itu menjadikan Abi sehat,” tambah Afifah kepada radarjember.id beberapa waktu sebelum Abi wafat.

Bahkan, setahun lalu radarjember.id menyaksikan sendiri betapa bersemangatnya Abi berpidato di panggung meski duduk di kursi roda dengan selang infus serta  jarum suntik masih tertancap di lengannya. Kiai Ma’shum tetap berpidato berapi-api. Ketika itu, Ponpes Al Islah menjadi tuan rumah kegiatan silaturahmi alumni 212.  Ketika itu beberapa tokoh nasional hadir seperti Amien Rais, Prabowo Subianto (Capres RI), Zulkifli Hasan (Ketua MPR RI), dan beberapa tokoh lainnya.

Sementara itu, Ustaz Umar, yang merupakan adik ipar sekaligus santri KH Ma’shum mengatakan, selama sekitar lima tahun, Abi rutin menggelar pengajian kitab Tafsir Al Jalalaian Tambenah Atteh. Abi yang dikenal memiliki puluhan ribu santri, alumni, serta jamaah itu suka memberikan humor dalam memberikan tausiyahnya.

KH Ma’shum juga dikenal sangat mahir berpidato. Meski kelahiran Pare-Pare Sulawesi, KH Ma’shum sangat mahir berpidato dengan bahasa Madura. Alumnus Pondok Pesantren Gontor Ponorogo ini juga dikenal sangat fasih pidato Bahasa Arab dan Inggris.  ”Beliau itu sangat pintar berceramah dan berpidato. Suka menyelipkan humor dalam ceramahnya,” katanya.

Umar yang kemarin terlihat membantu persiapan kedatangan jenazah di Ponpes Al Islah bersama para santri. ”Kami juga sedang menyiapkan makam untuk tempat beliau beristirahat,” katanya.

Almarhum KH Ma’shum rencananya akan dimakamkan pagi ini di lokasi pondok. Makam yang disiapkan berdampingan dengan makam istri pertamanya, almarhumah Hj Maimunah, yang wafat 25 Maret 2018 lalu. Juga, berdampingan dengan makam ayah kandunganya, Ponidin. ”Abi dimakamkan di pemakaman keluarga di area Ponpes Al Islah Bondowoso,” jelasnya.

 Rencananya almarhum akan dimakamkan pada Jumat pagi ini. ”Pihak keluarga sepakat memakamkan beliau pukul 07.00. Mohon dimaafkan jika Abi punya salah,” katanya.

Reporter : Eko Saputro
Editor : MS Rasyid
Editor Bahasa: Yerri A Aji

Reporter :

Fotografer :

Editor :