Online dan Konvensional, Semua Legawa

WAWAN DWI/RADAR JEMBER NOMOR PEAN PIRO?: Salah seorang pengemudi ojek online saling tukar nomor handphone dengan ojek pangkalan.

RADARJEMBER.ID-  Perwakilan pengemudi online, dan konvensional telah menandatangani 13 butir kesepakatan baru. Pertemuan yang difasilitasi Polres dan Pemkab Jember ini dinilai menjadi jalan tengah bagi semua pihak, sehingga bisa diterima semua kelompok. Tak hanya para pengemudi, tapi juga pengusaha angkutan kota.

IKLAN

Umi Indriyati, salah seorang pengusaha angkutan kota mengaku legawa dengan isi kesepakatan yang telah ditandatangani bersama tersebut. Menurutnya, keberadaan jasa angkutan online itu menjadi keniscayaan akibat perkembangan zaman, sehingga tak bisa ditolak oleh pengemudi maupun pengusaha angkutan konvensional.

Justru, perempuan yang tinggal di Jalan Imam Bonjol Kecamatan Kaliwates ini mengajak kepada para pengusaha angkutan konvensional untuk berbenah diri dengan memperbaiki armadanya. Sehingga para penumpang menjadi betah, dan tak beralih menggunakan angkutan berbasis aplikasi android.

“Kalau dibiarkan bogrek-bogrek seperti itu penumpang yang mau naik ya enggan,” katanya, saat ditemui usai deklarasi damai antara angkutan konvensional dan angkutan online di aula bawah Pemkab Jember, kemarin.

Selain itu, dia juga menyarankan, agar pemilik usaha angkutan kota tak hanya melakukan peremajaan armada, tapi juga memilih pengemudi yang bisa melayani. Semisal, berpakaian yang sopan, serta bertutur kata yang santun.

Sebab, jika sopirnya urakan dan ugal-ugalan para penumpang dikatakannya pasti akan pindah ke armada yang lain, termasuk angkutan online. “Sopirnya jangan hanya pakai kaus kutang, dan celana pendek. Yang mau naik pasti risi. Makanya ayo berbenah diri,” ajaknya.

Meski begitu, Umi Indriyati mengakui keberadaan angkutan online tersebut berpengaruh bagi usahanya. Sebab, dari 18 armada yang dia miliki, saat ini yang beroperasi hanya 10 armada saja. Namun, bagi dia, hal tersebut tak masalah, karena juga ada faktor rezeki yang turut memengaruhi kondisi tersebut.

Kesepakatan ini, juga disambut baik oleh perwakilan pengemudi angkutan konvensional. Ketua Paguyuban Insan Transportasi Jember (Pintar) Siswoyo berharap, kesepakatan ini bisa menjadi rujukan bersama antara paguyuban transportasi online maupun konvensional di Jember, bila terjadi permasalahan di lapangan. “Hal ini demi kepentingan bersama, agar suasana di Jember tetap aman dan kondusif,” ujarnya.

Siswoyo juga legawa dengan hasil kesepakatan yang mencabut larangan angkutan online menjemput penumpang di sekolah, maupun rumah sakit. Menurut dia, pihaknya sudah berkomunikasi dengan paguyuban angkutan online, jika suatu ketika terjadi gesekan di lapangan. “Jika ada masalah, nanti masing-masing paguyuban yang akan menyelesaikan,” tukasnya.

Perwakilan pengemudi online Charis Sakti berharap, kesepakatan baru ini dapat meredam suasana di lapangan yang sebelumnya sempat memanas. Karena, kesepakatan ini dinilainya sudah merepresentasikan kedua belah pihak, angkutan online dan konvensional, yang sebelumnya sempat bersitegang. “Jadi kami nggak terlalu kaku. Dari pihak teman-teman Pintar juga nggak terlalu kaku. Karena ini memang untuk mencari jalan tengah yang menjadi solusi bersama,” ungkapnya.

Charis juga berharap, kedua belah pihak tak melanggar kesepakatan yang telah ditandatangani tersebut. Terutama, mengenai ketentuan titik penjemputan, dan larangan penjemputan yang menjadi zona merah bagi angkutan online. “Ke depan, jika terjadi gesekan atau kesalahpahaman, kami juga sepakat akan mengedepankan komunikasi,” pungkasnya.

Reporter : Mahrus Sholih
Editor : MS Rasyid
Editor Bahasa: Yerri A Aji
Fotografer: Dwi Siswanto

Reporter :

Fotografer :

Editor :