Protes, Bawa Sapi ke Gedung Dewan

Hasil Hearing, Pasar Hewan Segera Beroperasi

SAMPAIKAN ASPIRASI: Pedagang membawa ternak sapi dan kambing ke DPRD Jember. Mereka menuntut agar pasar hewan dibuka lagi, kemarin (13/5).

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejumlah pedagang hewan menuntut dibukanya kembali sembilan pasar hewan di Kabupaten Jember. Dalam penyampaian aspirasinya di gedung dewan, mereka juga membawa serta sapi dan kambing. Hearing bersama anggota DPRD pun digelar dan hasilnya pasar hewan segera dioperasikan.

IKLAN

Rapat dengan pendapat para pedagang hewan ini merupakan penyampaian aspirasi lanjutan setelah sebelumnya sempat mendatangi DPRD. Mereka yang datang dengan membawa serta sapi dan kambing kemudian masuk ke gedung dewan. Sementara hewan dagangannya ada di halaman DPRD. Kali ini, para pedagang bisa bertemu dengan pegawai dinas peternakan dan sejumlah kapolsek yang memiliki kawasan pasar hewan.

Ketua Paguyuban Pedagang Hewan Jember Ahmad One Prastiyono mengungkapkan, aspirasi agar pasar hewan segera dibuka bukan kali ini saja. Ada serangkaian upaya yang ditempuh, tetapi tidak ada kejelasan kapan pasar hewan akan dibuka sejak ditutup, beberapa waktu lalu.

Menurut Pras, penutupan pasar hewan yang tidak disertakan solusi cukup membuat para pedagang dan pengikut pedagang hewan meradang. Sebab, transaksi sapi, kambing, dan domba turun drastis, sehingga pemasukan kepada mereka benar-benar minus. “Akibatnya, kami tidak bisa melakukan jual beli. Dampaknya, ada ribuan warga yang menjadi korban karena hidup mereka juga bergantung pada transaksi hewan. Jadi kami harap, pasar hewan segera dibuka,” tuturnya di DPRD Jember, kemarin (13/5).

Penutupan pasar hewan menurutnya menjadi bagian ketidakadilan kebijakan. Pasar tradisional serta sejumlah mall di Jember tetap boleh beroperasi. Sementara pasar hewan ditutup tanpa ada solusi. “Jadi permintaan kami hanya satu, buka pasar hewan,” ucapnya.

Kaitan dengan wabah Cobid-19 yang hari ini menjadi ancaman bagi semua warga, menurut Pras juga dipahami oleh para pedagang. Kendati demikian, para pedagang meminta agar kebijakan yang diambil pemerintah tidak memutus sumber kehidupan di kalangan pedagang hewan dan ribuan warga yang ikut menjadi pekerja. “Kami siap mematuhi protokol penanganan Covid-19. Kalau harus ada masker, kalau harus ada tempat cucian, para pedagang siap melaksanakan itu. Asalkan pasar hewan dibuka,” ungkapnya.

Pedagang pasar hewan lainnya, Aan mengungkapkan, penutupan pasar hewan sangat membebani para pedagang. Menurutnya, pedagang hewan hanya bisa mendapatkan pemasukan dari berkegiatan di pasar. Untuk itulah, dia juga berharap pemerintah segera membuka kembali pasar hewan tersebut. “Kalau pemerintah, anggota dewan, TNI, dan Polri pasti tetap bisa hidup karena dapat gaji tetap. Sementara kami, kalau tidak jual beli hewan tidak makan. Apa mau gaji para pegawai dipotong?” ucapnya.

Agenda hearing yang sebenarnya juga mengundang Disperindag dan Satgas Penanganan Covid-19 Jember ini sempat memanas. Sebab, Disperindag dan Satgas Penanganan Covid-19 Jember tidak hadir. Nada tinggi dan teriakan kerap terlontar dari para pedagang. Misi mereka hanya satu, yakni meminta pasar hewan dibuka.

Setelah cukup lama, Kasat Intelkam Polres Jember AKP Dartok Darmawan yang berkomunikasi dengan pegawai Disperindag akhirnya menyampaikan kabar yang cukup menggembirakan. Menurutnya, pasar hewan akan segera dibuka. Sebelum dibuka, sembilan pasar akan disterilkan dengan cara disemprot cairan disinfektan. “Semua pedagang juga harus mematuhi protokol penanganan Covid-19. Jadi, semua pasar akan disterilkan dulu, kemudian baru bisa dibuka,” tegasnya. Dia juga mengingatkan agar para pedagang dan masyarakat tetap waspada akan wabah Covid-19.

Para pedagang kemudian meminta agar pemerintah bisa menyelesaikan sterilisasi dalam waktu cepat. Setidaknya, dalam dua hari setelah pertemuan dilakukan pasar hewan diharapkan sudah bisa beroperasi kembali. “Pasar hewan itu tidak setiap hari, tetapi seminggu sekali. Kami ingin bekerja dan pasar hewan dibuka lagi,” timpal salah seorang warga.

Sementara itu, anggota DPRD Jember Nyoman Aribowo dan sejumlah anggota yang lain menyatakan siap untuk mengawal aspirasi para pedagang. Nyoman menyebut, penutupan pasar bukan merupakan solusi tetap, tetapi justru dapat menimbulkan masalah. Untuk itu, pembukaan pasar hewan dengan mematuhi protokol penanganan Covid-19 dinilai lebih tepat demi menyelamatkan perekonomian ratusan pedagang dan ribuan orang yang juga terlibat di aktivitas niaga hewan tersebut.

Menurutnya, kalau dibandingkan antara kerumunan pedagang pasar hewan dengan pasar tradisional atau mall di Jember, maka pasar hewan justru lebih renggang jaraknya. Jadi, penutupan bukan solusi. “Keinginan pedagang agar pasar dibuka akan terus kami kawal. Secara formal maupun nonformal akan kami sampaikan aspirasi mereka,” pungkasnya.

 

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : Nur Hariri

Editor : Mahrus Sholih