Tetap Semangat Berpuasa meski Berkeringat dalam Mobil

Kiprah Petugas Samsat Keliling Selama Ramadan

Menjalankan puasa di dalam mobil sudah banyak dilakukan orang. Tetapi lumrahnya, itu karena perjalanan jauh. Nah, bagaimana jika itu di dalam mobil yang parkir seperti Petugas Samsat Keliling?

LAYANAN CEPAT: Petugas Samsat Keliling (Samling) melayani pemohon pajak kendaraan di depan kantor Radar Jember.

RADAR JEMBER.ID – Waktu berbuka puasa kurang dua jam lagi. Ada petugas Samsat Keliling yang terlihat asyik menjalankan pekerjaannya di Jalan Ahmad Yani. Mereka menunggu, mengetik, dan melayani pembayaran pajak kendaraan dari warga, tepatnya di halaman kantor Jawa Pos Radar Jember.

IKLAN

Lokasi mangkal Samsat Keliling selama Ramadan memang dibagi di beberapa tempat. Pagi keliling ke sejumlah kecamatan, sore harinya di sekitar pertokoan Jalan Diponegoro serta Alun-Alun Jember.

Berhubung ada Jember Obral Gede yang diadakan Jawa Pos Radar Jember, petugas Samsat pun berkenan memberikan pelayanan di halaman kantor Radar Jember.

Dalam mobil layanan pajak kendaraan tersebut, setidaknya ada tiga petugas yang bekerja. Ada yang dari Samsat Satlantas Polres Jember, Brigpol Fitri Surya. Ada dari Bapenda Galih Biliantara. Ada pula petugas dari Jasa Raharja.

Menurut Brigpol Fitri, meski mereka kerap keliling dan lebih banyak berada di dalam mobil, tidak kemudian mematahkan semangat untuk menjalankan ibadah puasa. “Ya, kami tetap berpuasa. Dijalani saja dengan sabar,” katanya.

Memberikan pelayanan dengan mobil Samsat Keliling saat bulan puasa sangat berbeda dengan hari-hari biasanya. Bagaimana tidak, saat beristirahat, mereka pun tak bisa makan-minum seperti biasanya. Bahkan, mereka juga kerap beristirahat di mobil saja.

“Waktunya salat yang cari tempat ibadah. Tetapi tidak makan-minum seperti biasanya. Karena kami tetap berpuasa,” imbuh Brigpol Fitri sambil melayani warga yang mengajukan permohonan pembayaran pajak.

Hal serupa juga disampaikan Galih Biliantara. Sebagai pegawai Bapenda yang bertugas ikut memberikan pelayanan pada mobil Samsat Keliling, ia mengaku juga tetap berpuasa. Di dalam mobil dirinya kerap berkeringat saat siang hari. Namun, itu juga tak memudarkan niatnya untuk tetap berpuasa.

“Khusus bulan puasa, layanan dilakukan pagi sampai siang. Kemudian sore sampai malam. Karena kalau jam 13.00 sampai 15.00 cuacanya panas. Layanan ini keliling ke kecamatan, kemudian juga di Jalan Diponegoro serta ada yang di alun-alun. Mobil Samsat Keliling ada dua unit,” tuturnya.

Selama memberikan layanan, Galih menyebut tunggakan warga berbeda-beda. Ada yang biasanya tepat waktu, tetapi tak sedikit yang telah sampai beberapa tahun. “Telat bayarnya berbeda-beda. Ada yang baru mati beberapa hari, ada juga yang sudah dua tahun atau lebih,” paparnya.

Menurutnya, layanan pajak kendaraan bermotor antara yang tertib dan telat bayar sejatinya sama saja. Bedanya, untuk yang telat dikenakan denda, kecuali ada pemutihan. “Waktu layanan sangat cepat, paling lama dua menit, kadang tak sampai satu menit. Tergantung warga yang mengajukan. Kalau bayarnya kurang, biasanya mereka pulang dulu, tetapi juga bisa cepat selesai dengan cepat,” ungkapnya.

Galih meminta, sebagai warga yang baik kiranya tidak lupa untuk membayar pajak. Kalau pun terlambat, warga juga tetap dapat mengurusnya dengan mudah. Kecuali, surat kendaraanya sudah kedaluwarsa, maka harus melakukan gesek ulang di Kantor Samsat.

Data yang berhasil dikumpulkan, banyak warga yang selama ini lupa membayar pajak kendaraan. Terkadang, mereka komplain saat ditilang karena telat bayar pajak.

Pembayaran pajak memang dilakukan oleh petugas Bapenda. Akan tetapi, pengesahan pembayaran pajak pada surat kendaraan disahkan oleh Samsat Polres Jember.

Dengan melihat kegigihan petugas yang memberikan pelayanan pada mobil Samsat Keliling tersebut, setidaknya bisa menjadi pelajaran bahwa sesibuk apa pun harus tetap semangat berpuasa. Kiranya, tidak semua orang sanggup menjalankan ibadah puasa seperti petugas Samsat yang selalu standby di dalam mobil yang diam demi memberi pelayanan pajak kendaraan. (*)

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : jum

Editor :