Keluarga dan Santrinya Banyak Dirikan Ponpes dan Masjid

Destinasi Religi Makam Mbah Shiddiq

JUJUKAN WISATA RELIGI: Salah satu wisata religi di pusat kota Jember yakni makam Mbah Shiddiq. Seorang tokoh yang berjasa menyebarkan agama Islam di Jember.

RADAR JEMBER.ID – Salah satu destinasi wisata religi di Jember, tepatnya juga di tengah Kota Jember, adalah makam almarhum KH Muhammad Shiddiq, atau yang lebih dikenal dengan makam Mbah Shiddiq. Kiai Shiddiq cukup berjasa menyebarkan agama Islam di Jember. Meskipun bukan asli Jember, Mbah Shiddiq sudah masuk ke Jember sekitar tahun 1884 dan mendirikan pesantren di kampung Gebang.

IKLAN

Setelah itu, beliau mendirikan pesantren Ash-Shiddiqi Putra atau yang sekarang lebih dikenal PPI ASHTRA yang ada di Jalan Kh Shiddiq 201, Talangsari Jember. Pesantren itu kini diasuh oleh Gus H. Firjaun bin KH Achmad Shiddiq.

Mbah Shiddiq lahir tahun 1453 H (1854 M) di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Beliau wafat di Jember pada 1934 M dalam usia 80 tahun. Beliau akhirnya dimakamkan di Jl. Gajahmada Condro itu.

Gus Baiquni Purnomo adalah salah satu keluarga Mbah Shiddiq. “Jadi, almarhum KH Muhammad Shiddiq itu buyut saya. Sedangkan almarhum KH Achmad Shiddiq itu kakek saya,” terang Gus Baiquni. Dirinya mengatakan, memang makam almarhum KH Muhammad Shiddiq sudah jadi jujukan destinasi religi di kota ini. Gus Baiquni menuturkan, sudah banyak pengunjung yang berziarah ke makam kakek buyutnya tersebut.

“Sebanyak 50 persen pengunjung yang ziarah ke makam abah saya dari luar kota semua. Makam itu sudah menjadi salah satu wisata religi di Jember dan terbuka untuk mereka,” kata dia. Gus Baiquni menambahkan, para peziarah itu datang dari berbagai kota. Mulai dari Sragen, Yogyakarta, Banyuwangi, Kediri, Tulungagung, hingga Surabaya.

Dia menyebut, biasanya sebelum ke makam Mbah Shiddiq, mereka terlebih dahulu ke makam Habib Sholeh yang ada di Tanggul. “Dari situ biasanya ya langsung ke makam Mbah Shiddiq,” tuturnya. Kiai Shiddiq memang menyebarkan Islam di Jember dengan dakwah. Bahkan, para santri dan keluarganya sudah banyak yang mendirikan ponpes dan masjid di Jember,” ucap Gus Baiquni. (*)

Reporter : Muchammad Ainul Budi

Fotografer : dwi siswanto

Editor : Rangga Mahardika