Berpotensi Ada Tersangka Baru

 Pengembangan Kasus Pasar Manggisan

Fariz Diajukan ke LPSK

IKLAN

Di sisi lain, Muhammad Fariz Nurhidayat, yang sebelumnya sempat diusulkan menjadi justice collaborator, dinilai dapat menjadi kunci pembuka skandal dugaan korupsi megaproyek pembangunan di Jember. Sebab, pria kelahiran 1990 ini disebut yang memiliki bukti transfer uang sejumlah Rp 2 miliar lebih kepada bosnya. Bukti transfer ini sudah disita oleh Kejari Jember.

Nama Fariz secara resmi diajukan untuk mendapatkan perlindungan saksi kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), kemarin (13/2). Pengajuan tersebut dilakukan oleh Panitia Angket DPRD Jember karena menilai Faris mau membuka skandal korupsi yang melibatkan sejumlah orang penting.

“Kami panitia angket sudah ke Jakarta, mendatangi Kantor LPSK. Kami meminta perlindungan saksi untuk saudara Fariz. Di sana, kami ditemui Wakil Ketua LPSK Ahmadi dan beberapa pegawai,” kata Agusta Jaka Purwana, anggota panitia angket.

Menurutnya, memberikan perlindungan kepada Fariz sangat penting, mengingat nama-nama orang yang disebut adalah orang yang memiliki posisi strategis. Misalnya mantan Kepala Disperindag Anas Ma’ruf Irawan Sugeng Widodo alias Dodik yang merupakan bosnya sendiri. Bahkan, nama sejumlah pejabat juga disebut oleh Fariz secara gamblang.

“Saudara Fariz ini memiliki informasi yang kuat untuk membongkar skandal korupsi di Jember. Bukan soal Pasar Manggisan, tapi juga dugaan korupsi pada proyek-proyek pembangunan lain di Jember,” imbuhnya. Agusta berangkat ke Jakarta bersama panitia angket lain David Handoko Seto.

Agusta menyebut, permintaan perlindungan saksi ke LPSK dilakukan panitia angket karena khawatir akan terjadi tekanan terhadap Fariz dari pihak yang tidak bertanggung jawab. “Jangan sampai kasus ini ada intervensi. Biarkan Fariz menyampaikan apa yang dia ketahui tanpa ada tekanan apa pun,” paparnya.

LPSK yang telah menerima berkas pengajuan permohonan perlindungan saksi, menurut Agusta, akan mempelajarinya. “LPSK akan turun ke Jember untuk melihat kondisi yang terjadi. LPSK juga akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum,” pungkasnya.

Reporter : Muchammad Ainul Budi, Nur Hariri

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Mahrus Sholih