alexametrics
25.2C
Jember
Tuesday, 9 March 2021
Desktop_AP_Top Banner

Hanyutkan Harta Benda

Mobile_AP_Top Banner
Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tak hanya membanjiri pondok pesantren, air bercampur lumpur juga masuk ke rumah-rumah warga. Terutama yang berdekatan dengan Sungai Bangsal. Bahkan, ketinggian air yang menggenangi halaman warga hingga setinggi dua meter. Sedangkan ketinggian air yang masuk ke dalam rumah mencapai 60 sentimeter.

Asma, warga setempat, mengaku sudah tidak bisa menyelamatkan barang-barang miliknya. Hampir seluruh benda dan barang yang ada di dapur hanyut terbawa arus. Bahkan, bangunan dapur berukuran 5 x 4 meter itu nyaris roboh akibat diterjang banjir. Tak hanya itu, puluhan ayam yang siap jual serta beras ikut hanyut terbawa banjir. “Semua perabot rumah tangga yang ada di dapur juga hilang,” kata perempuan 50 tahun tersebut kepada Jawa Pos Radar Jember.

Air yang bercampur lumpur juga masuk ke kamar mandi serta ke dalam sumur. Sehingga air sumur yang awalnya bening berubah menjadi kecokelatan. Kondisi berdampak terhadap ketersediaan air bersih di rumahnya. “Saya sampai tidak bisa tidur sejak semalam, karena harus membersihkan lumpur yang masuk ke dalam rumah,” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Salim, suami Asma, mengaku bahwa banjir sekarang ini yang paling parah dibanding peristiwa sebelum-sebelumnya. “Ini sudah banjir yang keempat kalinya. Biasanya hanya luapan air dan tidak begitu besar. Namun, kali ini adalah banjir bandang. Karena air sungai yang bercampur lumpur juga membawa potongan kayu berukuran besar,” ungkapnya.

Pria 55 tahun ini berharap, sungai yang berdekatan dengan permukiman warga dibangun plengsengan. Menurutnya, pada 2019 lalu pernah ada orang yang mengaku dari Dinas Pengairan yang melakukan survei. Katanya di sungai tersebut akan dibangun plengsengan. Namun, hingga banjir bandang terjadi, rencana itu tak pernah terlaksana.

Di lokasi bencana, sebagian warga terlihat masih membersihkan lumpur yang masuk ke rumah mereka, serta menutup jalan paving. Warga bergotong royong menyingkirkan lumpur di jalan paving yang ketebalannya mencapai sekitar 30 sentimeter tersebut.

- Advertisement -
Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tak hanya membanjiri pondok pesantren, air bercampur lumpur juga masuk ke rumah-rumah warga. Terutama yang berdekatan dengan Sungai Bangsal. Bahkan, ketinggian air yang menggenangi halaman warga hingga setinggi dua meter. Sedangkan ketinggian air yang masuk ke dalam rumah mencapai 60 sentimeter.

Asma, warga setempat, mengaku sudah tidak bisa menyelamatkan barang-barang miliknya. Hampir seluruh benda dan barang yang ada di dapur hanyut terbawa arus. Bahkan, bangunan dapur berukuran 5 x 4 meter itu nyaris roboh akibat diterjang banjir. Tak hanya itu, puluhan ayam yang siap jual serta beras ikut hanyut terbawa banjir. “Semua perabot rumah tangga yang ada di dapur juga hilang,” kata perempuan 50 tahun tersebut kepada Jawa Pos Radar Jember.

Air yang bercampur lumpur juga masuk ke kamar mandi serta ke dalam sumur. Sehingga air sumur yang awalnya bening berubah menjadi kecokelatan. Kondisi berdampak terhadap ketersediaan air bersih di rumahnya. “Saya sampai tidak bisa tidur sejak semalam, karena harus membersihkan lumpur yang masuk ke dalam rumah,” ungkapnya.

Mobile_AP_Half Page

Salim, suami Asma, mengaku bahwa banjir sekarang ini yang paling parah dibanding peristiwa sebelum-sebelumnya. “Ini sudah banjir yang keempat kalinya. Biasanya hanya luapan air dan tidak begitu besar. Namun, kali ini adalah banjir bandang. Karena air sungai yang bercampur lumpur juga membawa potongan kayu berukuran besar,” ungkapnya.

Pria 55 tahun ini berharap, sungai yang berdekatan dengan permukiman warga dibangun plengsengan. Menurutnya, pada 2019 lalu pernah ada orang yang mengaku dari Dinas Pengairan yang melakukan survei. Katanya di sungai tersebut akan dibangun plengsengan. Namun, hingga banjir bandang terjadi, rencana itu tak pernah terlaksana.

Di lokasi bencana, sebagian warga terlihat masih membersihkan lumpur yang masuk ke rumah mereka, serta menutup jalan paving. Warga bergotong royong menyingkirkan lumpur di jalan paving yang ketebalannya mencapai sekitar 30 sentimeter tersebut.

Desktop_AP_Leaderboard 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tak hanya membanjiri pondok pesantren, air bercampur lumpur juga masuk ke rumah-rumah warga. Terutama yang berdekatan dengan Sungai Bangsal. Bahkan, ketinggian air yang menggenangi halaman warga hingga setinggi dua meter. Sedangkan ketinggian air yang masuk ke dalam rumah mencapai 60 sentimeter.

Asma, warga setempat, mengaku sudah tidak bisa menyelamatkan barang-barang miliknya. Hampir seluruh benda dan barang yang ada di dapur hanyut terbawa arus. Bahkan, bangunan dapur berukuran 5 x 4 meter itu nyaris roboh akibat diterjang banjir. Tak hanya itu, puluhan ayam yang siap jual serta beras ikut hanyut terbawa banjir. “Semua perabot rumah tangga yang ada di dapur juga hilang,” kata perempuan 50 tahun tersebut kepada Jawa Pos Radar Jember.

Air yang bercampur lumpur juga masuk ke kamar mandi serta ke dalam sumur. Sehingga air sumur yang awalnya bening berubah menjadi kecokelatan. Kondisi berdampak terhadap ketersediaan air bersih di rumahnya. “Saya sampai tidak bisa tidur sejak semalam, karena harus membersihkan lumpur yang masuk ke dalam rumah,” ungkapnya.

Salim, suami Asma, mengaku bahwa banjir sekarang ini yang paling parah dibanding peristiwa sebelum-sebelumnya. “Ini sudah banjir yang keempat kalinya. Biasanya hanya luapan air dan tidak begitu besar. Namun, kali ini adalah banjir bandang. Karena air sungai yang bercampur lumpur juga membawa potongan kayu berukuran besar,” ungkapnya.

Pria 55 tahun ini berharap, sungai yang berdekatan dengan permukiman warga dibangun plengsengan. Menurutnya, pada 2019 lalu pernah ada orang yang mengaku dari Dinas Pengairan yang melakukan survei. Katanya di sungai tersebut akan dibangun plengsengan. Namun, hingga banjir bandang terjadi, rencana itu tak pernah terlaksana.

Di lokasi bencana, sebagian warga terlihat masih membersihkan lumpur yang masuk ke rumah mereka, serta menutup jalan paving. Warga bergotong royong menyingkirkan lumpur di jalan paving yang ketebalannya mencapai sekitar 30 sentimeter tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERKINI

Desktop_AP_Half Page

Wajib Dibaca

Desktop_AP_Rectangle 2