Sesuai Masukan Bupati, Tidak Masukkan PNS Jadi Pengurus KONI Jember

RADARJEMBER.ID – Kepengurusan KONI untuk masa jabatan 2018-2022 tidak akan memasukkan PNS dari Pemkab Jember, kecuali untuk satu posisi. Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum KONI Jember yang baru terpilih, Abdul Haris Afianto alias Alvin.

IKLAN

“Sesuai harapan dari ibu bupati, kita tidak akan masukkan PNS dari Pemkab seperti tahun-tahun sebelumnya. Biar lebih fokus,” tutur Alvin saat ditemui Jawa Pos Radar Jember.

Namun Alvin meminta satu dispensasi, yakni untuk ahli anggaran yang membutuhkan tenaga seorang birokrat Pemkab. “Karena dia yang lebih paham soal mekanisme birokrasi. Kalau kita orang swasta, tidak kompeten untuk hal tersebut,” ucap Alvin.

Sebelumnya, dalam Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) KONI, Bupati Jember, dr Faida MMR memang mewanti-wanti pada kepengurusan KONI agar tidak lagi menggunakan PNS sebagai pengurus KONI, bahkan juga pengurus cabor. “Bukannya saya anti, tetapi mereka (PNS Pemkab) sudah banyak pekerjaannya. Jadi agar fokus. Olahraga harus diurus oleh mereka yang benar-benar kompeten, bukan sekedar sambilan,” tutur Faida.

Selain itu, sesuai janji sebelumnya, Alvin akan membentuk kepengurusan KONI Jember dengan lebih ramping dan mengakomodasi cabor. Tujuannya agar lebih fleksibel dan memudahkan komunikasi antara KONI dengan cabor-cabor yang ada di bawah naungannya. “Hanya 10 persen yang bukan pengurus cabor, yakni di bidang eksternal. Saat ini proses pembentukan kepengurusan sedang disusun oleh tim formatur,” ungkap Alvin.

Tim formatur untuk membentuk pengurus KONI Jember terdiri dari 7 orang, dengan Alvin sebagai ketuanya. Adapun enam orang anggota tim formatur lainnya, merupakan perwakilan dari enam cabor yang ada. Mereka yakni Prof Soetriono (Ketua Pelti/tenis lapangan); Ervan Friambodo (Ketua PBSI/bulu tangkis); Muhammad Hasyim Arif (Sekretaris IPSI/pencak silat); Haryu Islamuddin (Ketum Kodrat/ bela diri Tarung Derajat); Samsul Arifin (Sekretaris Asskab/ sepak bola) serta Ardhianto Oky Wijaya (Sekretaris Pertina/tinju).

“Nanti setelah kepengurusan terbentuk, kita akan segera menghadap ibu bupati. Selain untuk meminta masukan, kita juga akan presentasi program kerja kita,” lanjut pria yang berprofesi sebagai pengacara ini.

Presentasi tersebut dilakukan, tutur Alvin, untuk menunjukkan bahwa kepengurusan KONI kali ini benar-benar dikelola secara professional. “Kami ingin tunjuukan prestasi dulu, bukan langsung mengejar anggaran. Kita juga tunjukkan komitmen kepengurusan yang 3B. Karena itu, pengurus nanti akan menandatangani pakta integritas,” pungkas Alvin.

Reporter : Adi Faizin
Fotografer : Wawan Dwi

Editor: Winardi Nawa Putra

Reporter :

Fotografer :

Editor :