Potensi Akademik UTBK SBMPTN Ditiadakan

TATAP KAMPUS: Suasana UTBK SBMPTN di Unej tahun 2019 lalu. UTBK tahun ini terjadi penyingkatan waktu ujian dan meniadakan potensi akademik. Hal itu sebagai langkah penyesuaian akibat korona.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Calon mahasiswa yang telah mendaftarkan diri untuk mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tidak perlu pusing lagi belajar beragam pelajaran. Sebab, Tes Potensi Akademik (TKA) ditiadakan.

IKLAN

Keputusan tersebut tidak lain dampak Covid-19. Humas Kepala Sub Bagian Humas Rokhmad Hidayanto menjelaskan, dalam SBMPTN ada beberapa perbedaan dari tahun-tahun sebelumnya. Perbedaan pertama yang akan dirasakan siswa atau calon mahasiswa yang ikut UTBK adalah menyederhanakan ujian.

Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), kata Rokhmad, telah menetapkan hanya menggunakan satu jenis tes. Yaitu Tes Potensial Skolastik (TPS) saja dan meniadakan (TKA). Keputusan itu diambil karena pada masa yang tidak biasa akibat korona.

Penggunaan satu jenis tes ini diyakini bisa memangkas waktu dan mengurasi durasi berkumpulnya orang banyak saat tes berlangsung. Sehingga, tes tersebut adalah pola yang dirasa tepat untuk mengukur kemampuan siswa dalam menyelesaikan kuliah nantinya. “Peserta itu diukur daya nalarnya untuk mampu menyelesaikan studi di jurusan yang dipilih di PTN,” terangnya.

Dia menjelaskan, TPS merupakan jenis tes yang bertujuan mengukur kemampuan kognitif, yakni aspek penalaran dan pemahaman umum yang penting untuk keberhasilan di PT Pengujian meliputi penalaran umum, pengetahuan kuantitatif, pengetahuan dan pemahaman umum, serta kemampuan memahami bacaan dan menulis. Perbedaan antara TPA dengan TPS, TPS ada kaitannya langsung mata pelajaran yang diajari di sekolah.

UTBK yang dilaksanakan 5-12 Juli tersebut peserta mengikuti tes satu kali saja. “Satu kali masuk kelas saja. Durasinya 100 menit,” ujarnya. Perbedaan lainya juga terletak tidak adanya pilihan IPC. Sehingga, SMA IPS mau memilih ke jurusan eksakta, sedangkan SMA IPA bisa memilih jurusan sosial.

SBMPTN juga terdapat kolom pilihan politeknik negeri. Hal itu juga untuk menyelaraskan antara lulusan SMK dengan pendidikan vokasi di politeknik. Lulusan SMK pun tidak leluasa memilih jurusan di universitas.

Dalam UTBK, peserta juga harus menerapkan protokol kesehatan, salah satunya memakai masker. Memberlakukan protokol kesehatan dalam bentuk pembatasan peserta, panitia UTBK SBMPTN Unej juga mengambil langkah pencegahan Covid-19 lainnya. Semisal penyediaan fasilitas cuci tangan bagi peserta, pembersihan perangkat komputer setiap kali digunakan dan petugas yang memeriksa suhu tubuh peserta setiap kali UTBK akan dimulai.

“Bahkan pengantar pun tidak diperkenankan masuk ke lokasi UTBK. Satu hal lagi, panitia tidak akan mengizinkan peserta UTBK SBMPTN yang suhu tubuhnya melebihi 37,5 Celsius. Oleh karena itu, kami berharap semua calon peserta UTBK SBMPTN dapat menjaga kesehatan agar fit saat mengikuti UTBK nanti,” pungkas Rokhmad.

Editor: Hadi Sumarsono
Reporter: Dwi Siswanto
Fotografer: Istimewa