Petugas Disinfeksi Tuai Sorotan

Kaus BPBD, Alat Semprot Faida-Vian

Hasil Penelusuran Bukan Pegawai Pemkab

JADI POLEMIK: Dalam video terlihat pria berkaus BPBD dan membawa alat semprot disinfektan berstiker Faida-Vian. Foto itu sempat viral di media sosial, kemarin (12/6).

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Penyemprotan disinfektan di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Arjasa ramai diperbincangkan, kemarin (12/6). Hal yang dibahas bukan karena ada kendala atau santri reaktif korona. Tetapi adanya pria mengenakan kaus bertuliskan BPBD di bagian punggung, sambil membawa alat semprot berstiker Faida-Vian.

IKLAN

Seperti diketahui, Faida-Vian sedang berpasangan sebagai bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati (bacabup-bacawabup) melalui jalur perseorangan. Tak heran, banyak orang yang memandang miring serta menduga-duga adanya penyimpangan. Terlebih, Faida merupakan bakal calon petahana yang bakal maju kembali dalam pilkada nanti.

Dalam video berdurasi tujuh detik yang didapat Jawa Pos Radar Jember melalui aplikasi percakapan WhatsApp, terlihat ada dua pria berkaus BPBD. Satu orang berjalan dengan tangan kosong, sedangkan satunya berjalan menggendong alat semprot disinfektan bergambar Faida-Vian.

Begitu tersebar, foto tersebut memantik dugaan-dugaan. Salah satunya, dua pria tersebut diduga sebagai pegawai BPBD Jember yang sengaja mengampanyekan Faida-Vian secara terselubung melalui kegiatan disinfeksi itu.

Video itu juga menunjukkan ada orang yang mengantar ke areal pondok pesantren. Kedua pria berkaus BPBD juga bertemu dengan beberapa santri. Apakah benar pria yang membawa alat semprot berstiker Faida-Vian adalah pegawai BPBD? Atau mungkin ada orang yang sengaja menyusup untuk memanfaatkan momen penyemprotan tersebut?

Dikonfirmasi, Plt Kepala BPBD Jember M Satuki menegaskan, pria yang mengenakan kaus BPBD di dalam video yang beredar bukan pegawainya. Dia pun mengklarifikasi informasi yang dinilainya menyudutkan Pemkab Jember tersebut. “Bahwa video kegiatan penyemprotan dengan handsprayer ada gambar bakal calon bupati/wabup, dilakukan relawan yang tidak kami perintah dan bukan petugas BPBD,” tegasnya, kemarin (12/6).

Menurutnya, alat semprot yang dipakai merupakan milik Ponpes Raudhatul Ulum, yang kemarin menjadi lokasi dilakukannya rapid test. Lebih lanjut dia menyatakan, orang yang berkaus oranye itu juga bukan petugas dari organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Jember. “Yang bersangkutan adalah relawan bencana yang membantu dengan memakai kaus BPBD. Kaus itu adalah kaus Diklatsar tahun 2018 lalu yang diselenggarakan BPBD,” jelasnya.

Lantaran kabar yang disebutnya menyudutkan pemerintah tersebut, kini pihaknya harus ekstra hati-hati ketika melakukan kegiatan serupa. Sebab, kata dia, pada tahun politik seperti sekarang banyak sorotan terhadap kinerja pemerintah akibat bupati saat ini bakal maju kembali dalam Pilkada 2020 mendatang melalui jalur perseorangan.

Sebagaimana diketahui, Faida berpasangan dengan Dwi Arya Oktavianto atau Vian. “BPBD mengumumkan ke semua petugas dan para relawan bencana untuk lebih selektif terhadap kegiatan, tugas, dan dampaknya. Baik dampak politik maupun sosial,” ucapnya.

Satuki menegaskan, pihaknya kerap menyampaikan agar dalam menjalankan tugas tidak dikait-kaitkan dengan urusan politik apa pun. “Sudah saya sampaikan (kepada pegawai BPBD, Red) agar tidak ada atribut apa pun si A si B atau yang lain. Kami murni pelayanan kepada masyarakat dan penanganan Covid-19 ini,” pungkasnya.

Atas nama BPBD Kabupaten Jember, Satuki menyampaikan permintaan maaf. Karena hal itu diakuinya sebagai keteledoran. “Hal seperti ini tidak akan terulang kembali,” pungkasnya.

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : Nur Hariri

Editor : Mahrus Sholih