Habis Bunuh Istri, Suami Gantung Diri

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Teriakan bocah tiga tahun itu menyudahi waktu istirahat siang para tetangga. Mereka segera mendatangi sumber suara. Rupanya, bocah perempuan tersebut tengah sesenggukan sambil tangannya menunjuk ke dalam kamar. Ternyata, di atas kasur kamar bagian depan itu ada tubuh sang ibu yang bersimbah darah. Korban ditemukan telentang di atas tempat tidur dengan luka di bagian wajah.

IKLAN

Sebelum ditemukan meninggal, Selasa (12/5), tak ada yang mengira bahwa korban yang bernama Hotijah itu akan mati dengan cara mengenaskan. Sebab, beberapa jam sebelumnya, para tetangga masih melihat perempuan 33 tahun ini membantu tetangganya yang sedang punya hajat. Menjelang Duhur, korban pamit pulang ke rumah di Lingkungan Semenggu, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang. “Sempat rewang sampai pukul 11 siang. Setelah itu sekitar pukul 13.00 Hatijah ditemukan meninggal dunia,” kata Rudianto, tetangga korban.

Namun, saat petaka itu terjadi, warga melihat ada yang aneh. Suami korban, Ahmad Riyanto, tak ada di rumah. Beragam spekulasi akhirnya muncul. Ada yang menduga bahwa lelaki 31 tahun inilah yang menjadi pelaku. Dia ditengarai menghabisi nyawa korban dengan cara memukul menggunakan benda tumpul.

Dugaan itu semakin menguat, karena tak berselang lama, jasad Ahmad Riyanto juga ditemukan oleh warga, tapi lokasinya berada di daerah Kelurahan Slawu, Kecamatan Patrang. Sontak saja, kabar ini membuat warga geger. Rumah pasutri itu pun dikerumuni warga, hingga akhirnya dipasangi garis polisi.

Sebenarnya, warga sendiri tidak ada yang tahu persis apa yang terjadi sebelum Ahmad Riyanto menghabisi nyawa istrinya. Warga baru tahu kejadian itu setelah mendengar jeritan buah hati pasutri tersebut. Awalnya, bocah berinisial AMK ini sedang asyik bermain di luar rumah. Baru pukul 13.00, dia masuk ke dalam dan melihat sang ibu sudah bersimbah darah.

Menurut Rudianto, selama setahun terakhir pasutri tersebut diketahui kerap cekcok. Tapi, tidak sampai ada perkelahian, hanya adu mulut. Sang suami bekerja serabutan. Diduga, pertengkaran pasutri tersebut lantaran masalah ekonomi. Namun, sejauh ini, motif apa yang melatari pembunuhan itu masih dalam penyelidikan kepolisian.

Oleh warga, kasus ini langsung dilaporkan ke polisi. Tak lama berselang, petugas dari Polsek Patrang dan Polres Jember turun ke lokasi. Usai melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), kedua mayat korban langsung dibawa ke RSD dr Soebandi Jember untuk diotopsi.

Kapolsek Patrang Iptu Solihin Agus Wijaya menjelaskan, korban ditemukan tidak bernyawa dalam keadaan telentang di kamar depan rumahnya. “Korban mengalami luka di bagian wajah,” ujarnya.

Setelah itu, kata dia, ada informasi di Lingkungan Langon, Kelurahan Slawu, Patrang, terdapat jasad pria yang ditemukan dalam keadaan gantung diri. “Setelah dicek, laki-laki gantung diri itu adalah suami korban,” tambahnya.

Dia menjelaskan, warga yang kali pertama mengetahui ada pembunuhan adalah saudara sepupu korban yang juga masih bertetangga. Saksi mendatangi rumah korban karena mendengar jeritan anak yang menangis. Dia menambahkan, kejadian itu masih diselidiki lebih lanjut apakah ada unsur kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), murni pembunuhan yang dilakukan oleh suaminya sendiri, atau ada pelaku lain.

Menurut Kapolsek, warga tidak tahu ada kejadian itu karena di samping rumah korban ada satu rumah saudaranya yang tidak berpenghuni, karena kerja di luar kota. Sementara itu, dari lokasi kejadian, polisi mengamankan barang bukti, yakni satu kayu ada bercak darah. Diduga kayu itu digunakan untuk memukul korban.

Informasi yang diperoleh, Khotijah merupakan warga asli Pontianak, Kalimantan Barat. Pernikahannya dengan Ahmad Riyanto dikaruniai anak perempuan berusia tiga tahun. Sebelumnya, mereka tinggal di Kalimantan dan baru tiga tahun terakhir memilih menetap di Lingkungan Semanggu. Sementara, Ahmad Riyanto baru setahun terakhir tinggal di tempat itu. Sebab, sebelumnya dia merantau ke Malaysia. Menurut sejumlah tetangga, Pasutri Khotijah dan Ahmad Riyanto dikenal agak tertutup.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Jember AKP Fran Dalanta Kembaren menduga, Khotijah dibunuh oleh suaminya sendiri, Ahmad Riyanto. “Kemungkinan istrinya dianiaya sampai meninggal dan suaminya bunuh diri dengan cara gantung diri,” ujar Fran, kepada Jawa Pos Radar Jember.

Khotijah mengalami 4 luka robek di bagian kepala depan. Fran menduga, korban dipukul dengan menggunakan benda tumpul. “Karena di lokasi atau di dalam kamar, kita temukan kayu terdapat bercak darah. Kemungkinan itu yang digunakan untuk menganiaya korban,” paparnya.

Disinggung soal Ahmad Riyanto, menurut Fran, dia gantung diri menggunakan tali tampar berwarna biru. Lokasinya di sebuah pekarangan warga. Dugaan sementara, motif penganiayaan dan bunuh diri itu karena faktor ekonomi. “Motifnya, dugaan sementara ini ekonomi,” pungkas Fran.

Reporter : Dwi Siswanto, Jumai

Fotografer : Grafis Reza

Editor : Mahrus Sholih