UNBK Paket B Diikuti Emak-Emak

TETAP SEMANGAT: Peserta Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Paket B dari PKBM Kartini Tempurejo saat mengikuti di ruang Laboratorium SMPN 1 Jenggawah.

RADAR JEMBER.ID – Tidak ada kata terlambat untuk memperoleh ilmu dan mempunyai Ijazah setaraf sekolah menengah, baik SMP maupun SMA. Seperti yang dilakukan puluhan peserta Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Kartini Tempurejo. Dari 20 peserta ujian, ada tiga wanita paruh baya atau emak-emak yang tetap semangat ikut ujian.

IKLAN

Seperti yang disampaikan Ani Sutiyaningsih, warga Desa Curahtakir, Tempurejo. Keinginannya untuk mempunyai ijazah SMP sangat besar, sehingga memutuskan ujian Paket B. “Saya berhenti di kelas 2 SMP, dan langsung dinikahkan,” ujarnya.

Meski mengaku belum tahu apa yang akan dia lakukan dengan ijazah tersebut, Ani tetap antusias mengikuti ujian. “Yang penting saya bisa mempunyai ijazah SMP,” ujar ibu satu anak ini.

Lain halnya dengan Siti Khomariah, warga Dusun Payangan, Desa Sumberejo, Ambulu. Sejak lulus SD, dia langsung ikut orang tuanya bekerja di Bali. “Setelah lama kerja di Bali, oleh orang tua dinikahkan dan mempunyai anak dua,” terangnya.

Dirinya tak pernah malu ikut ujian Paket B, meski usianya bisa dibilang tidak muda lagi. Bahkan, wanita ini menjadikan sosok Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti sebagai role model-nya. “Saya nggak mau kalah sama Bu Susi, ijazahnya Paket C. Saya akan bangga nantinya kalau sudah punya ijazah SMP walau hanya lewat Paket B,” tegasnya.

Hal senada disampaikan juga oleh Warsini, peserta yang berangkat dari rumahnya di Desa Andongrejo, Tempurejo. Baginya, belajar tak dibatasi oleh umur. “Saya nggak mau kalah sama yang muda,” selorohnya.

Sebagai informasi, peserta ujian Paket B tahun ini memang lebih sedikit dibanding tahun sebelumnya. Jika tahun lalu diikuti 23 peserta, tahun ini diikuti 20 peserta. Terdiri atas lima peserta wanita dan 15 peserta pria. “Saya salut karena ada peserta yang sudah punya anak bahkan cucu, dan tidak malu untuk ikut ujian Paket B,” terang Sirat Adi Purnomo, ketua PKBM Kartini. (*)

Reporter : Jumai

Fotografer : jumai

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti