Bisa Jadi Pilihan Wisata Religi

Serunya Ngabuburit di Kampung Kaligrafi

INDAHNYA ISLAM: Suasana ngabuburit di Kampung Kaligrafi di Maesan, Bondowoso. 

BONDOWOSO RADAR JEMBER.ID – Salah satu kekhasan bulan Ramadan pada tradisi masyarakat kita adalah ngabuburit atau menunggu waktu berbuka puasa di sore hari. Ada banyak cara yang bisa dilakukan dengan berbagai cara. Salah satu pilihan ngabuburit yang bernuansa Islami ada di Kampung Kaligrafi Bondowoso.

IKLAN

Kampung yang ada di RT/4 RW/2 Desa Penanggungan, Kecamatan Maesan, Bondowoso, itu bergelar Kampung Kaligrafi karena menjadi sentra produksi kesenian khas Islam tersebut. Tak pelak, nuansa religius semakin terasa di bulan suci ini.

Kampung tersebut sendiri awalnya adalah kampung biasa yang kumuh dan tidak tertata. Adalah Ahmad Zubairi, pemuda asli setempat yang menjadi pelopor dari permukiman berhias kaligrafi ini sejak beberapa tahun silam. Pembenahan kampung itu, menurut Zubairi, merupakan murni hasil swadaya. “Di sini ada bekas mebel, dulu dibuat kayu bakar, dibuang. Juga kayu bekas bangunan tua yang dimakan rayap,” katanya.

Kreativitas menjadi kunci dalam pembuatan setiap karya kaligrafi. “Karya ini murni hasil karya saya sendiri, tanpa nyontek di internet, atau di buku panduan khattot. Setiap karya pasti berbeda, khas, ini kaligrafi kontemporer,” kata Zubairi. Ratusan ayat-ayat suci Alquran dalam balutan seni kaligrafi kontemporer yang disajikan di setiap penjuru kampung seolah menyambut setiap pengunjung yang datang ke kampung tersebut.

Setiap pojok kampung terpasang seni khas Arab tersebut. Mulai dari pintu masuk kampung, teras, halaman rumah, hingga pepohonan, sehingga nuansa bulan Ramadan semakin terasa. Karenanya, Kampung Kaligrafi ini bisa menjadi salah satu opsi destinasi wisata bernuansa religi di Bondowoso.

Sejumlah pengunjung yang juga datang tampak menikmati suasana sambil menunggu waktu berbuka puasa atau azan Magrib tiba. Mereka juga memanfaatkan suasana ngabuburit tersebut untuk berswafoto. Selain indah dengan seni kaligrafi, bunga-bunga yang ditanam warga menambah keindahan suasana di sekitarnya.

Istiadah, 29 tahun, mengaku menikmati suasana Kampung Kaligrafi yang sangat islami, dan cocok dengan bulan suci Ramadan. “Datang saja ke sini diajak teman. Baru pertama kali. Mau cari (kaligrafi) untuk dipajang di rumah. Suasananya indah dan islami. Ini bisa jadi tempat yang pas untuk nunggu azan Magrib tiba,” jelasnya. (*)

Reporter : Adi Faizin

Fotografer : adi faizin

Editor : Rangga Mahardika