Dibenahi saat Rekap Tingkat Kecamatan

Selisih Suara Klir, Tinggal Administratif

KLARIFIKASI: Sejumlah PPK dan PPS ketika diklarifikasi oleh Komisioner Bawaslu Lumajang, kemarin. Hasil klarifikasi menyatakan selisih suara sudah klir, tinggal dugaan pelanggaran administratif.

LUMAJANG RADAR JEMBER.ID – Pengaduan yang dilakukan pada 13 kecamatan di Kabupaten Lumajang sudah ditindaklanjuti oleh Bawaslu. Bahkan, kemarin sudah menemukan hasil dari tindak lanjut klarifikasi itu. Selisih suara sudah beres, sudah klir. Tinggal dugaan pelanggaran administrasinya.

IKLAN

Hingga jelang buka puasa kemarin, Komisioner Bawaslu Kabupaten Lumajang masih melakukan klarifikasi terhadap dugaan pelanggaran yang dilaporkan. Terlihat H Amin Sobari, Akhmad Mujaddid, Sulastri Wulandari, dan Ahmad Yunus masih sibuk di kantornya.

Sejak siang kemarin, mereka mengklarifikasi sejumlah PPK, PPS, juga KPPS. Satu per satu berkas dicermati, dipilah, dan dibuatkan berita acaranya. Masing-masing dugaan pelanggaran ditindaklanjuti dan diklarifikasi pada yang bersangkutan sesuai tingkatannya.

Ketua Bawaslu Kabupaten Lumajang H Amin Shobari menegaskan, sejauh ini Bawaslu telah memanggil sejumlah pihak untuk diklarifikasi. “Intinya, laporan sudah kami terima, kemudian kami tindak lanjuti. Sampai saat ini, semua laporan tersebut masih dalam proses kajian,” terangnya. Amin juga terlihat berhati-hati dalam setiap proses dan tahapan tindak lanjut pengaduan tersebut.

Dikatakannya, Bawaslu juga telah melakukan serangkaian langkah. Di antaranya sudah mengundang pelapor, KPU, dan saksi untuk menyampaikan hasil pengawasan dan klarifikasi. Sedangkan terkait pengaduan adanya dugaan selisih suara, kata dia, juga sudah dicek. “Setelah dicek ternyata semuanya sudah klir. Dan diketahui bahwa selisih itu telah dilakukan perbaikan saat rekapitulasi tingkat kecamatan,” tambahnya.

Pihak Bawaslu sampai saat ini sedang mendalami di beberapa TPS di sejumlah kecamatan. Itu dilakukan terkait kesalahan administrasi tersebut. “Kami mendalaminya dengan tujuan untuk mengetahui apakah ada unsur kesengajaan atau tidak,” pungkasnya. (*)

Reporter : Hafid Asnan

Fotografer : hafid asnan

Editor : Mahrus Sholih