Puasa Membuat Tubuh Sehat

SEMANGAT: Berpuasa tidak menjadi alasan dr Ida Srisurani Wiji Astuti M Kes untuk tidak bekerja.

RADAR JEMBER.ID – Puasa merupakan ibadah menahan lapar selama kurang lebih 13 jam. Bukannya membuat orang sakit, namun dalam dunia medis, ternyata puasa memiliki banyak manfaat untuk tubuh. Terutama proses sirkulasi pencernaan, yang berdampak terhadap sistem metabolisme tubuh.

IKLAN

Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Unej dr Ida Srisurani Wiji Astuti M Kes mengatakan, secara umum reaksi hari pertama berpuasa memang membuat tubuh terasa lemas serta tidak bergairah. Selain itu, menimbulkan perasaan berbeda dengan hari sebelumnya. Tubuh menyesuaikan kebiasaan bebas jam makan sesuai keinginan.

“Kebiasaan itu membentuk pola, yang masuk dalam long term memory (memori jangka panjang),” terang Rani, panggilan akrabnya. Bulan puasa menjadi momentum bagi tubuh untuk mengubah siklus alias kebiasaan sehari-hari. Maka dari itu, dalam dunia kesehatan, ternyata berpuasa mengajarkan konsistensi yang berdampak baik. Yakni mampu mengubah pola makan yang sebelumnya kurang teratur, karena kebiasaan sehari-hari dalam beraktivitas.

Namun ketika berpuasa, tubuh diberikan pola yang sangat teratur. “Sahur dan buka puasa kan sudah ditentukan. Hal itu melatih konsistensi pola makan kita,” jelasnya. Dampaknya meringankan kerja sistem pencernaan dan membuat tubuh menjadi lebih sehat, karena memiliki tingkat metabolisme yang baik.

Serta memperkuat jaringan imun tubuh terhadap penyakit. “Kalau semua sistem organ sudah bekerja dengan normal. Tentu akan memberikan pengaruh yang baik pula pada tubuh,” tutur dokter berhijab tersebut. Fakta lain berpuasa yakni mampu menetralisasi hal-hal yang kurang baik dalam kesehatan. Seperti kebiasaan yang suka makan sembarangan. “Apa saja kita makan. Tetapi dengan berpuasa akhirnya kita membatasinya,” ungkapnya.

Pihaknya juga memberikan tips saat organ tubuh dilatih berpuasa, yakni jangan langsung minum air dingin saat berbuka puasa. Hal itu karena mampu memacu saraf yang ada di mulut, alias bisa membuat gigi terasa ngilu akibat air es. “Makan yang manis-manis saja, atau minum air putih dulu,” katanya.

Selain itu, ada satu hal lagi yang tidak boleh ditinggalkan. Yakni tetap berolahraga. Meskipun diawali hanya jalan kaki atau gerak tubuh ringan lainnya. “Tidak boleh malas, karena olahraga sangat penting,” pungkasnya. (*)

Reporter :

Fotografer : istimewa

Editor : Rangga Mahardika