Ciptakan Kebiasaan Mengaji lewat Grup WA

SETOR BACAAN: Muh Firdaus Ramadhan, pencetus gerakan One Day One Quran di Jember mengecek grup WA yang berisi mereka yang ikut grup mengaji Alquran tersebut.

Kecanggihan teknologi telekomunikasi membuat orang yang jauh menjadi dekat. Jarak rasanya tidak ada artinya lagi. Percakapan tidak lagi antara dua orang saja, tapi bisa banyak, hingga membuat grup sendiri. Bahkan, untuk melakukan hal kebaikan di bulan suci Ramadan seperti tadarus tidak repot-repot keluar rumah, ataupun pergi ke masjid.  Cukup lewat gawai (gadget) saja.

IKLAN

Salah satunya yang kini lagi berkembang di kalangan umat muslim adalah grup mengaji di WA. Grup mengaji di WA bukan baru saja ada, bertahun-tahun gerakan membiasakan umat muslim mengaji ini telah muncul. Namanya pun beragam, ada One Day One Juz, ada pula One Day One Quran.

Pencetus gerakan One Day One Quran di Jember, Muh. Firdaus Ramadhan mengatakan, grup WA ini terbentuk mulai 2017. Walau bukan grup yang pertama punya inisiasi mengaji tersebut, pada intinya sama. Yaitu untuk kebaikan umat muslim. “Latar belakang bentuk grup WA One Day One Quran adalah panggilan hati saja,” tuturnya.

Dia menjelaskan, selama ini banyak wadah komunitas yang dia ikuti. Komunitas yang mengarahkan ke hal-hal positif. Seperti membiasakan orang saling berbagi, saling memberi, dan lainnya. Mengacu hal tersebut, tambahnya, ia punya ide untuk membiasakan orang membaca Alquran. “Di situlah banyak orang masuk dan bisa mengontrol kebiasaan mereka, menjadi kebiasaan untuk setiap hari membaca Alquran,” imbuhnya.

Gerakan membiasakan umat muslim membaca Alquran tersebut, ujar dia, terus-menerus mengajak, termasuk share di grup WA lainnya. “Nanti kita buatkan grup WA sendiri,” ujarnya. Kini setidaknya ada lebih dari 10 grup WA yang beranggotakan kurang lebih 10 orang.

Pria 27 tahun ini menjelaskan, perbedaan dengan grup mengaji yang lain adalah One Day One Quran ini bersifat mengikat. “Tujuan kami ini membiasakan mereka membaca Alquran, sehingga ada hal yang mengikat mereka agar jadi biasa. Salah satunya adalah mereka yang tidak setor hafalan, ada denda sebesar Rp 50 ribu,” imbuhnya.

Besaran denda tersebut nantinya juga akan masuk ke yayasan umrah. “Jadi, dana itu masuk ke yayasan umrah yang bergerak memberangkatkan mereka yang ingin berangkat umrah secara gratis. Alhamdulillah, total ada lima orang yang bisa diberangkatkan umrah secara gratis,” paparnya.

Setiap hari anggota grup WA tersebut menyetor bacaan yang disepakati antara pukul 20.00 – 21.00 dan laporan paling akhir adalah sampai 22.00. “Jadi, mereka yang lupa atau sibuk diingatkan di grup. Rentang waktu satu jam, akhirnya mereka bisa mengaji,” tuturnya. Targetnya, kata dia, dalam seminggu itu bisa khatam.

Sementara itu, Yenis Prawiti Indah, ibu rumah tangga dari Kelurahan Karangrejo mengaku sudah lama mengenal istilah grup membiasakan diri untuk membaca Alquran. “Saya dulu ikut, tapi sekarang gak aktif lagi,” tuturnya. Dia mengaku, grup semacam itu sangat baik untuk melatih diri tiap hari membaca Alquran.

Dia menjelaskan, dalam sehari itu menyetor bacaan Alquran satu juz. Karena banyak aktivitas, akhirnya merosot turun jadi One Day One Sheet, bukan One Day One Juz. “Jadi, satu hari satu lembar bacaan saja. Tiap hari tetap pakai sistem laporan,” pungkasnya. (*)

Reporter : Dwi Siswanto

Fotografer : dwi siswanto

Editor :