Pedagang Anggap Relokasi Sempit, Harap Ada Dialog

2020 Akan Pindahkan PKL Alun-Alun

SEMRAWUT: Jumlah pedagang di kawasan Alun-Alun Bondowoso semakin banyak saat Ramadan, bahkan hingga ke pinggir jalan.

BONDOWOSO RADAR JEMBER.ID – Pemkab Bondowoso terus mematangkan rencana untuk penataan pedagang kaki lima (PKL) yang ada di Alun-Alun RBA Ki Ronggo. Pemindahan itu sebagai upaya agar kawasan alun-alun sebagai ruang publik, bisa kembali menjadi ruang terbuka hijau (RTH).

IKLAN

“Januari 2020 kita sudah mulai bangun alun-alun agar kembali seperti fungsi semula. Pedagang sudah diajak musyawarah,” ujar Wakil Bupati Irwan Bachtiar Rahmat di sela-sela kunjungan ke Bazar Ramadan yang diadakan Pemkab di Alun-Alun Bondowoso beberapa waktu lalu.

Para pedagang ini rencananya akan direlokasi ke tempat baru yang ada di Jembatan Ki Ronggo. Dalam musyawarah sebelumnya, lanjut Irwan, pedagang sebenarnya sudah diberi toleransi dengan hanya boleh berdagang di alun-alun pada malam hari. Namun, dalam kenyataannya, perjanjian itu dilanggar. “Sekarang, pagi aja mereka sudah buka berdagang. Kita toleran lah. Tapi nanti akan kita tata di Jembatan Ki Ronggo sebagai sentra wisata kuliner,” tegas Irwan.

Menanggapi hal itu, para pedagang mengaku pasrah dan siap mengikuti ketentuan dari pemerintah. Namun, mereka juga berharap, pemkab juga memperhatikan nasib para pedagang kaki lima. “Dulu sudah dimediasi Komnas HAM. Hasilnya kita memang harus ikut pindah, tetapi pemkab juga harus memfasilitasi relokasi,” ujar Mujiati, ketua Paguyuban Pedagang Alun-Alun RBA Ki Ronggo saat dikonfirmasi terpisah oleh Radarjember.id.

Para pedagang, lanjut Mujiati, siap menempati tempat baru yang disediakan oleh Pemkab Bondowoso. Namun, mereka mengeluhkan lokasi berdagang yang terlalu sempit dan jumlah stan yang kurang dari jumlah total pedagang yang seharusnya disediakan. “Teman-teman sepakat mau pindah. Tapi jika dalam waktu 1-2 hari, pendapatannya turun, dagangannya sepi, teman-teman sepakat mau kembali. Dagang kembali di jalan, bukan di kanopi seperti sekarang,” lanjut Mujiati.

Pada dasarnya, para pedagang siap mendukung aturan berupa pemenuhan ruang terbuka hijau (RTH). Namun mereka berharap, aturan tersebut tidak berlaku secara saklek atau kaku. “Kalau ada rencana penataan kota untuk memenuhi ruang terbuka hijau, tidak meminggirkan nasib pedagang. Bondowoso ini kan bukan kota industri, masih banyak tempat yang bisa jadi RTH,” pungkas Mujiati. (*)

Reporter : Adi Faizin

Fotografer : adi faizin

Editor : Rangga Mahardika