Kisah Inspiratif Dwi Agustina Yuningsih

Bisa Kuliahkan Anak dari Berjualan Jajan Keliling

DEMI ANAK: Dwi Agustina Yuningsih termasuk salah satu wanita tangguh. Dia mampu bertahan berjualan kue basah dari tahun 2010 lalu demi pendidikan anak.

SUMBERSARI.RADARJEMBER.ID- Kala itu, siang menjelang sore, Jalan Trunojoyo diguyur hujan lebat disertai angin kencang. Seorang ibu terlihat berteduh di pelataran parkir sebuah bank swasta terkemuka, tepat di depan Pasar Tanjung.

IKLAN

Sambil melipat kedua tangan menahan dingin, wanita tersebut tampak berdiri mematung tak jauh dari sebuah kotak plastik. Di dalamnya terlihat ada beraneka kue basah.

Kegaulauan tergambar di raut wajah perempuan itu. Dia adalah Dwi Agustina Yuningsih, warga Jalan Sriwijaya, Kecamatan Sumbersari. Matanya menatap keluar seolah hujan tidak mau mengerti sedikit pun.

Sebab, kalau hujan tak segera reda, dia khawatir kue basah miliknya hari itu tak laku terjual semuanya. “Saya melakoni jual jajan keliling ini sepuluh tahun lamanya. Semua ini demi anak agar pendidikannya lancar,” ungkap ibu empat anak itu memulai kisahnya.

Meski Sudarisman, sang suami, membuka usaha kecil-kecilan, namun wanita kelahiran Banyuwangi itu sama sekali tak bergantung kepada suami. Apalagi anaknya mulai beranjak dewasa dan mereka membutuhkan biaya tak sedikit.

Ini agar keempat anaknya bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi. “Sebagai ibu tidak mungkin melarang anak memiliki cita-cita setinggi langit. Atas izin suami saya jual jajan kelilingan,” tuturnya.

Selama bertahun-tahun, Agustina rela berkutat di dapur untuk memproduksi antara empat sampai enam macam kue basah. Semua ini dia kerjakan sendiri tanpa dibantu orang lain, kecuali ada pesanan kue basah dalam jumlah banyak.

Setiap hari wanita tersebut meninggalkan rumah pukul 10.00 dan baru tiba kembali pukul 17.00. Setelah tujuh jam lamanya menawarkan barang dagangannya keluar masuk Pasar Tanjung dan kantor-kantor, wanita ini pulang ke rumah .

Ketika ditanya berapa penghasilannya setiap hari dari berjualan kue basah tersebut? Agustina sembari mengumbar senyum spontan menjawab penghasilan kotornya antara Rp 300 ribu sampai Rp 400 ribu.

Sujud syukur kepada Tuhan setiap hari tak pernah ia lupakan. Apalagi kegigihan dan keuletannya itu saat ini berbuah manis. Anak sulung Agustina tercatat sebagai mahasiswa baru di Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta. (*)

Reporter : Winardyasto

Fotografer : Winardyasto

Editor : Mahrus Sholih