alexametrics
24.4C
Jember
Tuesday, 19 January 2021
Mobile_AP_Top Banner

Seperti Bangunan Tak Bertuan

Desktop_AP_Leaderboard
Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dampak proses hukum dugaan korupsi pembangunan Pasar Manggisan membuat kondisi pasar tradisonal yang ada di Desa Tanggul Kulon, Kecamatan Tanggul ini, kian tak terurus. Di lokasi pasar, rumput ilalang tumbuh liar di berbagai sudut. Tumbuhan itu menghiasi konstruksi bangunan yang terbuat dari beton dan baja tersebut.

Tak hanya kondisi di sekitar bangunan yang terlihat mangkrak, beberapa material konstruksi bangunan juga tampak mulai melepuh. Sebagian besar rolling door-nya dalam kondisi berkarat. Lantai dan eternit retak, pintu rusak, dan sebagian tembok pasar yang berada di pinggir sungai ambrol. Kondisi demikian ini menambah kesan bangunan itu seperti tak bertuan.

Sejumlah warga sekitar pasar menyebut, kerusakan beberapa bagian ini bukan karena sengaja dirusak atau terpakai, tapi memang termakan usia. Sebab, sejak pasar digarap sampai hampir selesai, mencuat kasus rasuah yang menyandera penggunaan pasar itu. Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember menyegel dengan alasan kepentingan penyidikan. Para pedagang pasar dipindah ke pasar penampungan sementara. Akibatnya, tidak ada aktivitas apa pun di Pasar Manggisan. “Kalau siang tidak ada apa-apa. Malamnya itu, biasanya ada yang terlihat satu-dua orang,” beber Sumardi, salah seorang warga sekitar pasar.

Mobile_AP_Rectangle 2

Rupanya, kondisi yang sepi ini dimanfaatkan oleh sejumlah anak muda untuk melakukan hal negatif. Ada yang mabuk-mabukan minuman keras hingga mabuk lem. Di sejumlah sudut lapak pasar, ditemukan beberapa botol bekas minuman oplosan, juga kaleng lem bekas diisap. Bahkan ditengarai, saat situasi sepi, ada saja sejoli yang menggunakannya untuk bermesraan hingga melakukan perbuatan tercela di situ.

Shobirin, penjaga malam Pasar Manggisan, membenarkan hal tersebut. Biasanya lokasi pasar kerap dijadikan tempat anak-anak punk atau orang tidak dikenal. Mereka kadang sesekali terlihat di sekitar lokasi pasar. “Tidak tahu mereka ngapain saja di sini. Kalau mabuk sudah jelas, karena sempat ditemukan sejumlah botol dan pengoplos di sekitar sini,” ungkapnya, saat ditemui Jawa Pos Radar Jember, kemarin (12/1).

Ia sendiri belum lama ini ditugaskan sebagai waker di lokasi pasar tersebut, sekitar beberapa bulan terakhir. “Dari mana asalnya saya kurang tahu. Mereka sering terlihat di sekitar pasar sini,” imbuhnya. Bahkan ia menduga, anak-anak muda itu tak hanya menggelar pesta miras, namun juga berbuat mesum. Sebab, di sejumlah pagar seng yang mengelilingi pasar, beberapa sudah terdapat yang bolong, bekas dimasuki orang. “Jelas ada yang begituan. Jangankan berbuat seperti itu, orang gila saja ada yang langganan tidur di pasar ini,” pungkasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dampak proses hukum dugaan korupsi pembangunan Pasar Manggisan membuat kondisi pasar tradisonal yang ada di Desa Tanggul Kulon, Kecamatan Tanggul ini, kian tak terurus. Di lokasi pasar, rumput ilalang tumbuh liar di berbagai sudut. Tumbuhan itu menghiasi konstruksi bangunan yang terbuat dari beton dan baja tersebut.

Tak hanya kondisi di sekitar bangunan yang terlihat mangkrak, beberapa material konstruksi bangunan juga tampak mulai melepuh. Sebagian besar rolling door-nya dalam kondisi berkarat. Lantai dan eternit retak, pintu rusak, dan sebagian tembok pasar yang berada di pinggir sungai ambrol. Kondisi demikian ini menambah kesan bangunan itu seperti tak bertuan.

Sejumlah warga sekitar pasar menyebut, kerusakan beberapa bagian ini bukan karena sengaja dirusak atau terpakai, tapi memang termakan usia. Sebab, sejak pasar digarap sampai hampir selesai, mencuat kasus rasuah yang menyandera penggunaan pasar itu. Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember menyegel dengan alasan kepentingan penyidikan. Para pedagang pasar dipindah ke pasar penampungan sementara. Akibatnya, tidak ada aktivitas apa pun di Pasar Manggisan. “Kalau siang tidak ada apa-apa. Malamnya itu, biasanya ada yang terlihat satu-dua orang,” beber Sumardi, salah seorang warga sekitar pasar.

Rupanya, kondisi yang sepi ini dimanfaatkan oleh sejumlah anak muda untuk melakukan hal negatif. Ada yang mabuk-mabukan minuman keras hingga mabuk lem. Di sejumlah sudut lapak pasar, ditemukan beberapa botol bekas minuman oplosan, juga kaleng lem bekas diisap. Bahkan ditengarai, saat situasi sepi, ada saja sejoli yang menggunakannya untuk bermesraan hingga melakukan perbuatan tercela di situ.

Shobirin, penjaga malam Pasar Manggisan, membenarkan hal tersebut. Biasanya lokasi pasar kerap dijadikan tempat anak-anak punk atau orang tidak dikenal. Mereka kadang sesekali terlihat di sekitar lokasi pasar. “Tidak tahu mereka ngapain saja di sini. Kalau mabuk sudah jelas, karena sempat ditemukan sejumlah botol dan pengoplos di sekitar sini,” ungkapnya, saat ditemui Jawa Pos Radar Jember, kemarin (12/1).

Ia sendiri belum lama ini ditugaskan sebagai waker di lokasi pasar tersebut, sekitar beberapa bulan terakhir. “Dari mana asalnya saya kurang tahu. Mereka sering terlihat di sekitar pasar sini,” imbuhnya. Bahkan ia menduga, anak-anak muda itu tak hanya menggelar pesta miras, namun juga berbuat mesum. Sebab, di sejumlah pagar seng yang mengelilingi pasar, beberapa sudah terdapat yang bolong, bekas dimasuki orang. “Jelas ada yang begituan. Jangankan berbuat seperti itu, orang gila saja ada yang langganan tidur di pasar ini,” pungkasnya.

Mobile_AP_Half Page
Desktop_AP_Half Page

Berita Terbaru

Desktop_AP_Rectangle 1

Wajib Dibaca