Imbas Wabah Hepatitis

PKL Kampus Sambat Pendapatan Turun

SEPI: Pedagang di Jalan Jawa ini merasakan dampak hepatitis yang membuat keuntungan mereka merosot.

TEGALBOTO, RADARJEMBER.ID- Virus Hepatitis A yang merebak hingga ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB) oleh pemerintah daerah, membuat pedagang kaki lima di sekitaran kampus terpukul. Terlebih bagi mereka yang menggantungkan hidup dari berjualan makanan dan minuman di pinggir jalan.

IKLAN

“Semenjak ada wabah Hepatitis A pembeli berkurang. Praktis pendapatan saya setiap hari merosot sampai 50 persen,” terang Busar, salah seorang PKL di Jalan Jawa.

Pria beralamat di Jalan Tawangmangu, Kelurahan Tegalgede, Kecamatan Sumbersari itu menerangkan, sebelum KLB hepatitis, usai Maghrib warung lalapan milik bapak dua anak itu ramai dikunjungi pembeli, terutama dari kalangan mahasiswa.

“Setiap hari saya menanak nasi dari rumah 10 kilogram, sebelum ada penyakit Hepatitis A ini dagangan saya selalu habis,” ucapnya.

Busar pun terpaksa harus menerima dampak hepatitis, ia kerap pulang usai berjualan dengan perasaan sedih. Itu dikarenakan barang dagangannya banyak yang tersisa. “Dalam seminggu hanya dua hari dagangannya laku terjual. Selebihnya terpaksa gigit jari dagangan tersisa banyak,” imbuh Busar, Ketua Paguyuban PKL Jalan Jawa.

Jauh sebelum lingkungan kampus terjangkit Hepatitis A, Busar bisa meraup keuntungan bersih Rp 250 ribu setiap malam. Kini pria kelahiran Sumenep itu hanya mengantongi keuntungan bersih Rp 50 ribu.

Pria berusia lanjut itu mencatat, di Jalan Jawa ada 126 PKL saat pagi hari. Itupun kalau mereka berjualan semuanya. Belum lagi saat malam hari jumlah PKL ada 106 pedagang.

Para PKL ini berjualan secara bergantian dan itu sesuai kesepakatan rapat. Setiap PKL berjualan selama 12 Jam. “Untuk pagi hari PKL berjualan mulai pukul 05.00 sampai pukul 17.00. Sedangkan sore mulai pukul 17.00 hingga pukul 05.00,” jelasnya.

Hal serupa dirasakan oleh Yoyok. Selain sekarang ini mahasiswa banyak yang pulang kampung sesudah mengikuti ujian, Hepatitis A juga ikut andil mengurangi penghasilan PKL. “Rata-rata PKL sambat jualannya sepi. Dan entah sampai kapan situasi seperti ini. Saya dan teman-teman PKL berharap, hepatitis bisa segera teratasi sehingga pendapatan PKL normal kembali,” tandasnya. (*)

Reporter : Winardyasto

Fotografer : Winardyasto

Editor : Mahrus Sholih