Ketua DPRD Jember Nonaktif, Thoif Enggan Baca Eksepsi

DENNY MAHARDHIKA/JP PASRAH: Sidang kasus dugaan korupsi yang membelit Thoif Zamroni, minggu depan ini akan memasuki tahap pemeriksaan saksi.

SURABAYA – Terdakwa kasus korupsi dana hibah yang juga Ketua DPRD Jember nonaktif, Thoif Zamroni, menolak membacakan eksepsi di persidangan keduanya (10/7). Praktis, sikap politisi Partai Gerindra Jember itu membuatnya tidak bisa melakukan bantahan atas gugatan jaksa penuntut umum padanya.

IKLAN

Penasihat hukum Thoif, Mochmmad Nuril, sengaja memilih tidak membacakan eksepsi, karena pihaknya menilai tidak ada yang urgen dengan surat dakwaan kliennya. “Kami lihat dan analisis kembali berkas dakwaan, tidak ada yang perlu ditanggapi. Kami akan siap di sidang saksi,” katanya.

Persidangan Thoif itu sejatinya sudah ke dua kalinya. Pekan lalu, jaksa penuntut umum membacakan dakwaannya. Thoif didakwa dengan pasal 2 dan pasal 3 serta pasal 11 undang-undang tipikor. Terdakwa diduga telah melakukan penyelewengan anggaran sebesar Rp 1,4 miliar.

Duit itu diduga dinikmati oleh terdakwa. Sehingga, jelas negara mengalami kerugian. “Ya untuk terdakwa sesuai dengan dakwaan kami, kerugian negara memang senilai Rp 1,4 miliar,” ungkap Jaksa Siti Sumartini.

Seperti dalam pembacaan JPU, menyebut terdakwa secara bersama-sama dengan pimpinan lainnya melakukan tekanan pada pihak eksekutif supaya usulan dana hibahnya bisa direalisasikan. “Mengancam jika tidak sampai disetujui, maka sidang paripurna tidak akan dilaksanakan,” ungkap Kasi Pidsus Kejari Jember Herdian Rahadi ke sejumlah wartawan.

Dalam dakwaan JPU, ditengarai Thoif yang juga Ketua Badan Anggaran DPRD Jember, tidak sendirian dalam melakukan praktik penyelewengan itu. Melainkan, juga dengan wakil Banggar lainnya dan Ketua Tim Anggaran Pemkab Jember saat itu.

JPU Kejari Jember menilai, bisa jadi selain alasan efektivitas, pembacaan dakwaan di sidang perdana pekan lalu tersebut sudah diakui terdakwa sesuai faktanya. Sehingga, eksepsi sudah tidak diperlakukan.

Dia juga menambahkan, sidang selanjutnya merupakan sidang kesaksian. Namun, dia tidak dapat memberikan kepastian berapa saksi yang akan dihadirkan dalam persidangan. (rul/c2/hdi)

Reporter :

Fotografer :

Editor :