Sambut New Normal, Kereta Jalan Lagi

Syarat Utamanya Bawa Hasil Rapid Test

PERSIAPAN JALAN: Kereta Api (KA) KLB uji coba sebelum berangkat dari Stasiun Jember, kemarin siang. Kereta tersebut akan dipersiapkan untuk perjalanan KA Jarak Jauh Reguler, per hari ini.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Menyambut New Normal sejumlah perjalanan transportasi menuju luar kota mulai dibuka kembali. Salah satunya perjalanan ke luar kota dengan penumpang Kereta Api (KA). Per hari ini (12/6) PT KAI Daop 9 Jember kembali mengoperasikan KA Jarak Jauh Reguler secara bertahap.

IKLAN

Meski sudah mulai berjalan kembali, namun sementara ini di wilayah PT KAI Daop 9 Jember hanya melayani empat KA dari total 12 KA yang tersedia. Keempat KA dengan delapan perjalanan PP di antaranya, KA Ranggajati relasi Jember-Cirebon PP, KA Sritanjung Ketapang Banyuwangi-Lempuyangan PP, KA Tawangalun tujuan Ketapang Banyuwangi-Malang PP, serta KA Probowangi Ketapang Banyuwangi-Surabaya Gubeng PP.

“Kami resmi mengoperasikan kembali empat KA tersebut untuk melayani masyarakat yang ingin bepergian ke luar kota menggunakan KA,” ucap Agus Barkah Nugraha, Vice President KAI Daop 9 Jember.

Meski begitu, para penumpang yang ingin naik KA dalam New Normal ini diharuskan mengikuti protokol kesehatan Covid-19 yang cukup ketat guna menekan penyebaran virus korona melalui moda transportasi. Salah satunya KA.

Khusus untuk perjalanan KA jarak jauh, penumpang diharuskan mengenakan face shield yang disediakan oleh KAI selama dalam perjalanan hingga meninggalkan area stasiun tujuan. Sedangkan untuk khusus untuk penumpang infant atau balita, diwajibkan membawa face shield sendiri. Calon penumpang diharuskan melengkapi persyaratan sesuai Surat Edaran Gugus Tugas Covid-19 Nomor 7 Tahun 2020. Nantinya dokumen persyaratan tersebut harus ditunjukkan kepada petugas pada saat melakukan boarding.

Salah satu syarat yang wajib dibawa calon penumpang adalah surat keterangan uji tes PCR dengan hasil negatif yang berlaku 7 hari atau surat keterangan uji rapid test dengan hasil nonreaktif yang berlaku 3 hari pada saat keberangkatan.

Selain itu juga mengantongi surat keterangan bebas gejala seperti influenza (influenza-like illness) yang dikeluarkan oleh dokter rumah sakit/puskesmas bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas tes PCR dan/atau Rapid Test.

Pengoperasian kembali perjalanan KA reguler tersebut mengacu pada Surat Edaran (SE) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nomor 7 Tahun 2020 dan Surat Edaran Ditjenka Kemenhub Nomor 14 Tahun 2020 Tanggal 8 Juni 2020 tentang Pedoman dan Petunjuk Teknis Pengendalian Transportasi Perkeretaapian dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru untuk Mencegah Penyebaran Covid-19.

“Tiket dapat dipesan secara online melalui aplikasi resmi KAI dan channel online lainnya mulai H-7 keberangkatan KA. Sedangkan penjualan tiket di loket stasiun dilayani mulai 3 jam sebelum jadwal keberangkatan KA,” tambah Agus.

Pada tahap awal, KAI hanya menjual tiket 70 persen dari kapasitas tempat duduk yang tersedia. Tujuannya untuk menjaga jarak antarpenumpang selama dalam perjalanan. Khusus bagi penumpang dengan usia di atas 50 tahun, petugas akan mengatur tempat duduknya saat dalam perjalanan sehingga tidak bersebelahan dengan penumpang lain.

Secara umum, setiap penumpang KA diharuskan dalam kondisi sehat (tidak menderita flu, pilek,  batuk,  demam),  suhu  badan  tidak  lebih  dari  37,3  derajat  Celsius,  wajib  menggunakan masker, serta menggunakan pakaian lengan panjang atau jaket.

“Jika saat proses boarding penumpang kedapatan tidak memenuhi ketentuan tersebut, maka tidak diperkenankan melakukan perjalanan dan tiket dapat dibatalkan dengan pengembalian bea penuh. Selain itu, kami  mengimbau calon penumpang untuk datang lebih awal ke stasiun, paling lambat 30 menit sebelum jadwal keberangkatan KA untuk proses boarding dan verifikasi,” pungkas Agus.

Editor: Hadi Sumarsono
Reporter: Muchammad Ainul Budi
Fotografer: Muchammad Ainul Budi