Setelah Dodik, Siapa Lagi?

Bos Fariz Resmi Ditahan

TERSANGKA KEEMPAT: Petugas kejaksaan membawa Irawan Sugeng Widodo alias Dodik, tersangka baru kasus korupsi Pasar Manggisan. Dodik digiring keluar pukul 19.21 setelah menjalani pemeriksaan selama sembilan jam. 

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pengembangan kasus korupsi Pasar Manggisan terus berlanjut. Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember resmi menetapkan satu tersangka lagi. Kemarin (11/2), korps adhyaksa ini menahan Irawan Sugeng Widodo alias Dodik yang disebut merupakan juragan Muhammad Fariz Nurhidayat, tersangka yang ditahan sebelumnya dalam kasus yang sama.

IKLAN

Penetapan tersangka yang sebelumnya berinisial IS ini, merupakan pengembangan dari keterangan para saksi sebelumnya. Baik keterangan saksi maupun tiga tersangka yang sudah ditahan beberapa waktu lalu. Dodik memang baru pertama kali diperiksa oleh Kejari Jember dan langsung ditetapkan sebagai tersangka. Karena sebelumnya, dia sempat mangkir dua kali saat dipanggil penyidik kejaksaan.

Baru kemarin, pria kelahiran 19 November 1954 ini memenuhi panggilan penyidik sebagai saksi. Dodik diperiksa selama sembilan jam lebih, mulai pukul 10.00 dan baru digiring ke luar kantor Kejari Jember pukul 19.21. Saat keluar itulah, Dodik mengenakan rompi merah muda, baju penanda khusus bagi tersangka korupsi.

Penetapan tersangka keempat ini dikonfirmasi oleh Plh Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Jember Muhammad Jufri. Menurut dia, penetapan tersangka tersebut merupakan pengembangan dari para saksi sebelumnya. Jufri menambahkan, penetapan Dodik menjadi tersangka ini, sudah memenuhi dua alat bukti. Keterangan para saksi-saksi dan berkas dokumen proyek Pasar Manggisan.

Jufri juga mengakui bahwa Dodik adalah atasan dari tersangka sebelumnya, yakni Muhammad Fariz Nurhidayat. Pemuda kelahiran 1990 ini terlebih dahulu ditahan oleh Kejari Jember pada 23 Januari lalu. “Peran tersangka ini sebagai bosnya Fariz dalam proyek Manggisan. Pengakuan sementara, dia juga sebagai perencana Pasar Manggisan,” jelas Jufri.

Kepada penyidik, tersangka mengaku dirinya meminjam bendera untuk mendapatkan proyek revitalisasi pasar tradisional di Kecamatan Tanggul ini. Sehingga dia menyerahkan sekitar delapan persen dari total nilai proyek untuk pemilik perusahaan yang benderanya dia pinjam. “Sekitar tujuh sampai delapan persen. Itu keterangan tersangka,” ungkap Jufri.

Sisa dari tujuh sampai delapan persen itu, diakui tersangka untuk dirinya sendiri. Tersangka, kata Jufri, juga tak mengaku kalau ada aliran dana ke pihak lain. Padahal, santer diberitakan sebelumnya, dana yang ditransfer Fariz ke Dodik tak dinikmati sendiri, tapi juga ada jatah 10 persen untuk orang lain. Mengenai hal itu, Jufri menyatakan, tersangka belum menyebut secara detail.

Bahkan, saat ditanya mengenai keterangan tersangka Fariz ke Panitia Angket DPRD Jember soal pemberian fee 10 persen untuk Bupati Jember beberapa waktu lalu, Jufri juga masih enggan menanggapi. “Kalau terkait itu beri kesempatan penyidik untuk mengembangkan lebih lanjut,” jawabnya.

Lantas, apakah penetapan Dodik menjadi tersangka ini sesuai dengan keterangan Fariz? Menurut Jufri, kesesuaian itu semuanya menjadi pertimbangan penyidik. Tapi yang jelas, atas dasar keterangan saksi-saksi lainnya. “Tersangka kami jerat dengan Pasal 2 dan 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi,” bebernya.

Kemarin, sebenarnya tim penyidik memeriksa satu saksi lainnya selain Dodik. Yakni Agus Salim, Direktur Utama PT Dita Putri Waranawa, perusahaan pelaksana proyek pembangunan pasar. Pantauan Jawa Pos Radar Jember, Agus Salim keluar lebih cepat pukul 11.00.

Disinggung mengenai dugaan adanya bos besar lainnya di atas Dodik, mengingat tersangka juga disebut menerima proyek fisik lain di milik Pemkab Jember, Jufri tak menjawab gamblang. Dia mengatakan, hal itu menjadi ranah penyidikan. Hanya saja, dia menegaskan, Kejari Jember tetap tegak lurus menangani perkara dugaan korupsi pembangunan Pasar Manggisan yang merugikan negara Rp 685 juta ini. “Kalau untuk itu masih menjadi pengembangan lagi. Itu ranah penyidik,” katanya.

Sementara itu, Kajari Jember Prima Idwan Mariza belum menjabarkan lebih lanjut apakah tim penyidik sudah menelusuri aliran dana dari para tersangka diberikan ke siapa saja. Termasuk apakah ada orang di atas Dodik. “Sementara itu dulu, kita tidak boleh berandai-andai. Kalau soal aliran dana itu, ada tim yang memperdalam semua,” pungkasnya.

Di sisi lain, tersangka Dodik hanya membisu kala ditanya sejumlah wartawan mengenai fee 10 persen yang disebut untuk Bupati Jember. Terkait tudingan ini, Bupati Jember Faida sudah membantah dan menyatakan hal itu adalah fitnah di tahun politik. Tersangka juga tak menjawab setiap pertanyaan yang disampaikan pewarta kepadanya. Bahkan, sepanjang kakinya melangkah menuju mobil tahanan, Dodik hanya diam dan menundukkan kepala.

Reporter : Muchammad Ainul Budi

Fotografer : Muchammad Ainul Budi

Editor : Mahrus Sholih