Butuh Persiapan Protokol Medis

SIAP KEMBALI KE SEKOLAH: Potret aktivitas siswa sebelum pandemi Covid-19. Kini setelah melakukan kegiatan belajar di rumah selama beberapa bulan, siswa akan kembali masuk sekolah lagi.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Menjelang tahun ajaran baru 2020-2021, para siswa sepertinya harus lebih betah menikmati belajar dari rumah. Sebab, belajar mereka kembali ditambah. Sebelumnya, sekolah dijadwalkan masuk pada lusa atau Senin 13 Juli mendatang. Namun, pemerintah Kabupaten Jember kembali mengeluarkan surat edaran yang ditandatangani langsung Bupati Jember Faida, Jumat malam (10/7) kemarin, mengenai penambahan masa belajar siswa dari rumah.

IKLAN

Dalam edaran itu dijelaskan bahwa siswa diminta melanjutkan masa belajarnya dari rumah dengan pendampingan guru dan orang tua melalui aplikasi pembelajaran khusus, seperti Pustekom dan Pusdatim milik Mendikbud.

Kepala Dinas Pendidikan Jember Edy Budi Susilo saat dikonfirmasi terakhir menerangkan, masa belajar di rumah untuk siswa memang akan berakhir pada 12 Juli. “Selama belum ada informasi lebih lanjut, kebijakan yang terakhir itu masih berlaku,” terang Edy.

Informasi sekolah akan kembali aktif pada 13 Juli itu berlaku hampir di semua daerah. Namun, suatu daerah diperbolehkan mengaktifkan kembali sekolah jika daerah tersebut sudah mayoritas masuk dalam zona tidak terdampak atau zona hijau. Meskipun diperkenankan masuk, sekolah tersebut harus mengupayakan protokol medis.

Sementara itu, di Jember sendiri, data pantauan dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menyebutkan, Jember sampai Jumat (10/7) memperlihatkan baru ada lima kecamatan yang masuk dalam zona hijau atau tidak terdampak. Yaitu Kecamatan Mayang, Mumbulsari, Jenggawah, Umbulsari, dan Semboro.

Secara terpisah, Juru Bicara Tim Gugus Tugas Covid-19 Jember Gatot Triyono menuturkan, saat ini pihaknya masih akan mengoordinasikan langkah-langkah baru untuk persiapan masuk sekolah itu. “Untuk sekolah masih saya tanya ke Kadiknas,” tegasnya.

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Jember Supriyono menilai, menjelang masa akhir libur sekolah hingga sekembalinya aktif kembali, maka perlu upaya menerapkan kenormalan baru. Baik berbentuk upaya teknis maupun melalui pengurangan jam pelajaran sekolah.  “Jika nanti masuk, tentu harus perhatian lebih tentang bagaimana penerapan kenormalan baru di sekolah. Lebih-lebih yang dihadapi adalah anak-anak,” ujarnya.

Dia menilai, persiapan kenormalan baru itu tentu butuh waktu. Jika tidak ada penambahan masa libur, tentu sekolah-sekolah harus mempersiapkan sendiri protokol medis itu dengan waktu yang tersisa. Seperti pengadaan rapidtest, tempat cuci tangan, penyediaan masker, pembatasan jarak, hingga pembatasan jam belajar-mengajar.

Editor: Lintang Anis Bena Kinanti
Reporter: Maulana
Fotografer: Maulana