Sehabis Presensi, ASN Masih Sulit Terpantau

Paling Banyak Alasan Sakit

LUMAJANG RADAR JEMBER.ID – Awal masuk kerja aparatur sipil negara (ASN) pasca Lebaran lebih baik tahun ini. Setidaknya terpantau hanya 26 ASN yang tidak hadir. Jauh lebih sedikit dari tahun kemarin. Kebanyakan diisi oleh mereka yang tidak hadir karena sakit.

IKLAN

Memang ada sejumlah kegiatan rutin pasca Lebaran. Di antaranya halalbihalal di halaman kantor Pemkab Lumajang. Di sana, Bupati Lumajang H Thoriqul Haq MML dan Wabup Ir Hj Indah Amperawati MSi yang memimpin.

Namun demikian, bukan berarti seratus persen ASN di Lumajang tercatat masuk kerja semua. Sebab, catatan Radarjember.id yang bersumber dari Sekretariat Daerah Pemkab Lumajang, diketahui ada sebanyak 7.565 ASN yang hadir dari total 7.594 ASN. Artinya, ada 26 ASN yang tidak hadir. Plus 3 orang yang sedang ditugaskan di luar untuk tugas belajar. Namun, tidak ada satu pun yang tercatat tidak hadir tanpa keterangan alias bolos. Hingga presensi pulang sore kemarin, terpantau tidak ada satu pun yang membolos.

Dari 26 ASN yang tidak hadir itu, ternyata diketahui banyak didominasi dengan alasan sakit. Tidak hadir karena sakit berjumlah 7 orang. Lebih banyak dibanding alasan lainnya. Seperti cuti maupun izin. (Selengkapnya lihat grafis).

Pjs Sekda Pemkab Lumajang Drs Agus Triyono MSi menegaskan, memang urusan presensi hari pertama kerja pasca Lebaran begitu ditekankan. Sebagai pembina ASN di Lumajang, dia mewanti-wanti agar tidak ada alasan untuk masuk kerja hari pertama kemarin.

Nah, tahun ini yang merupakan awal kalinya menerapkan sistem presensi dengan pola online menurut dia juga mudah mendeteksi. “Sekarang ini tinggal buka aplikasi, dan diketahui berapa totalnya yang tidak hadir. Berbeda dengan sebelumnya,” katanya.

Dengan begitu, dia meyakini kehadiran tahun ini jauh lebih baik dibandingkan tahun lalu. Sebab, tahun lalu sulit mendeteksi kehadiran lewat online. Selain itu, dari segi kuantitas juga lebih banyak tahun lalu yang tidak hadir.

Ada satu hal yang menurut dia masih perlu diidentifikasi. Yakni keberadaan para ASN pasca mengisi presensi Siperlu di hari pertama kemarin. “Kalau mengisi presensinya memang begitu, tetapi setelah mengisi, ASN ini ke mana kan belum terdeteksi,” ujarnya.

Namun demikian, dia menegaskan jika pola saat ini bisa dibilang sudah lebih bagus. Selain mudah mendeteksi kehadiran ASN, juga memperkecil celah titip presensi. Baik titip pada teman maupun atasan. (*)

Reporter : Hafid Asnan

Fotografer :

Editor : Hafid Asnan