Buntut Pacuan Kuda yang Menewaskan Balita

Giliran Panitia Jadi Tersangka

LUMAJANG RADAR JEMBER.ID – Tragedi pacuan kuda di Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun, kini memasuki babak baru. Pasalnya, setelah beberapa pekan sebelumnya Ketua Pordasi Lumajang H. Siswanto telah ditetapkan sebagai tersangka, kali ini giliran panitia penyelenggara yang ditetapkan sebagai tersangka.

IKLAN

Menurut keterangan dari Kapolres Lumajang AKBP Dr Muhammad Arsal Sahban, dari hasil penyidikan intensif pihaknya telah menaikkan status terhadap panitia penyelenggara. “Proses penyidikan ini kita sudah naikkan statusnya ya. Sudah kita tetapkan status tersangkanya untuk penyelenggara,” ujar Arsal saat memberikan keterangan di lokasi pacuan kuda Wotgalih, Senin (10/6).

Pihak penyelenggara kata dia, terindikasi telah melakukan sejumlah kelalaian saat acara lomba pacuan kuda itu digelar. Sehingga hal tersebut mengakibatkan meninggalnya seorang anak berusia 7 tahun bernama Maghda Aghil Benzema.

Dari hasil penyidikan diketahui bahwa saat lomba dilangsungkan, pihak penyelenggara tidak menyediakan tim medis. Hal ini mengingat bahwa sesuai SOP keberadaan tim medis harus ada. Selain itu, faktor kelengkapan seperti mobil ambulans juga tidak dipersiapkan.

“Hasil penyidikan kita temukan adanya kelalaian dari penyelenggara. Seperti tidak menyediakannya tim medis baik itu dokter untuk manusia maupun hewan. Padahal sesuai SOP, keberadaan tim medis harus dipersiapkan. Selain itu, tidak adanya mobil ambulans,” imbuh Arsal.

Lebih lanjut, Kapolres menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan acara lomba pacuan kuda tersebut pihak penyelenggara rupanya belum mengantongi surat rekomendasi dari Pordasi. Hal ini diperoleh setelah pihak Polres menanyakan langsung kepada Pordasi.

Ditambah tidak adanya semacam lisensi dari pemacu kuda, semakin menguatkan acara lomba pacuan kuda tersebut sangat jauh dari SOP. “Penyelenggara tidak mendapat surat rekomendasi dari Pordasi. Hal ini sudah kita tanyakan langsung kepada Pordasi. Ditambah lagi joki kuda tidak mempunyai semacam lisensi. Dan joki yang menabrak itu setelah kita periksa merupakan joki cabutan,” sambungnya.

Mengenai pasal yang disangkakan kepada penyelenggara, kapolres menegaskan dugaan pelanggarannya pada pasal 359 KUHP tentang kelalaian. Ancaman hukumannya selama 4 tahun penjara.

Untuk pemanggilan terhadap penyelenggara yang sudah ditetapkan tersangka, pihak Polres Lumajang rencananya akan memeriksa kembali yang bersangkutan. Pasalnya, sebelumnya tersangka mangkir saat dilakukan pemanggilan untuk pemeriksaan. “Untuk pasal kita kenakan 359 KUHP tentang kelalaian. Ancaman hukumannya 4 tahun. Nanti akan kita lakukan pemanggilan yang kedua karena sebelumnya berhalangan dengan alasan minta penundaan,” pungkas Arsal. (*)

Reporter : mg1

Fotografer : mg1

Editor : Hafid Asnan