Ciuman Terakhir dari Dewi Persik

KEHILANGAN SOSOK PANUTAN: Sebagai putri bungsu, Dewi Persik dikenal cukup dekat dengan ayahnya, almarhum AKP (Pur) Moch Adil.

RADAR JEMBER.ID – Dewi Murya Agung atau akrab disapa Dewi Persik menangis tersedu ketika wajah sang ayah, AKP (Purn) H Moch Adil, hendak ditutup kain kafan. Dewi menciumnya untuk terakhir kalinya. Setelah itu, air matanya terjatuh kembali.

IKLAN

Dewi Persik merupakan putri bungsu dari empat bersaudara anak almarhum Moch Adil. Dia begitu dekat dengan sang ayah. Apalagi ketika sang ayah sedang sakit-sakitan. Kedekatan itu membuat Dewi merasa begitu kehilangan.

Memakai kerudung hitam, dia ditemani oleh suaminya, Angga Wijaya, tak banyak bicara, namun wajah selalu meneteskan air mata. Di rumahnya, Jalan Letjen Panjaitan XII nomor 107 Jember, almarhum dimandikan, disalati, lalu dibawa ke pemakaman keluarga di Kelurahan Kebonagung, Kaliwates.

Tak hanya Dewi Persik yang meneteskan air mata. Beberapa keluarga yang lain tampaknya juga merasa begitu kehilangan. Namun, mereka tetap pasrah dengan takdir yang diterimanya. “Kalau ada yang salah, mohon dimaafkan,” kata istri almarhum, Sri Muna.

Di rumah duka, lantunan ayat suci Alquran diputar. Deretan rumahnya dipenuhi dengan ucapan belasungkawa, baik dari pemerintah, kepolisian, maupun instansi swasta. Mereka turut berduka atas berpulangnya ayahanda Dewi Persik.

Almarhum meninggal dunia karena menderita sakit diabetes melitus. Dia sudah masuk rumah sakit di Jember sekitar satu bulan sebelum puasa. Lalu,   dibawa ke Jakarta karena butuh penanganan yang lebih serius.

“Di Jakarta sekitar tiga minggu,” tambah Abdurrohim, adik almarhum. Namun, takdir tak bisa dilawan. Dia meninggal dunia dan dibawa ke Jember untuk dimakamkan.

Tepat pukul 12.20 WIB kemarin, jenazahnya tiba di rumah duka. Dia disambut oleh sanak famili, tetangga, hingga teman dekat almarhum. Hadir juga bupati Jember dr Faida bersama suaminya, drg Abdul Rochim.

Keluarga dari Situbondo dan Banyuwangi juga datang. Begitu juga dengan para petakziah lainnya. Dia dibacakan doa dan tahlil, lalu salat jenazah bersama.

Almarhum memiliki empat anak, dua laki-laki, dua perempuan. Salah satunya adalah Dewi Persik, yang merupakan putri bungsu.

Selama hidupnya, almarhum pernah menjabat sebagai Kapolsek Kalisat dan Kapolsek Bagorejo Banyuwangi. Tetangga sekitar memberikan penilaian yang baik terhadap kiprahnya. Seperti suka kumpul bersama untuk menjaga perumahan.

”Pesan almarhum kepada keluarganya adalah menjaga kerukunan dan meningkatkan ibadah. Itu disampaikan saat sakit,” ujarnya.

Salah satu teman almarhum ketika bertugas di Polres Jember, AKP Sutarjo, menambahkan, almarhum adalah seniornya. “Dia sosok senior juga sekaligus seorang bapak,” kata Kapolsek Rambipuji ini.

Menurut dia, ketika masa pendidikan di Secaba pada tahun 1993, almarhum menunjukkan sikap seorang bapak pada juniornya. “Hampir satu tahun dibina, sekitar tahun 1993 dan 1994, satu peleton sama saya. Setiap hari kumpul. Begitu juga ketika sesama anggota polres,” pungkasnya. (*)

Reporter : Bagus Supriadi

Fotografer : Pradini Anjar Agustin

Editor : Hadi Sumarsono