Tanah Diteliti, Hasil Keluar Sepekan Lagi

Aspal Pertokoan Jompo Dibor

DIBOR: Sejumlah pekerja melakukan pengeboran di Jalan depan Pertokoan Jompo untuk meneliti kondisi tanah di bawah aspal

RADAR JEMBER.ID – Fenomena aspal ambles di Jalan Sultan Agung, depan pertokoan Jembatan Jompo, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, mulai diteliti, kemarin (10/5). Hal itu dilakukan tim Puslitbang Kementerian PUPR melalui PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur.

IKLAN

Penelitian tersebut dimaksudkan untuk mengetahui kondisi tanah di bawah jalan aspal. Dengan begitu, diharapkan dapat diketahui secara pasti penyebab amblesnya jalan. Apakah jalan ambles benar-benar berkaitan dengan pertokoan Jompo atau amblesnya jalan tidak berkaitan dengan bangunan pertokoan yang retak.

Seorang pekerja, Guritno, mengatakan, penelitian jalan jompo akan dilakukan beberapa hari ke depan. Hasil penelitian selanjutnya akan dilaporkan kepada Kementerian PUPR. “Hari ini masih baru diteliti. Diperkirakan butuh waktu sekitar satu minggu sampai mendapatkan hasilnya. Hasil penelitian itu yang nanti akan kami laporkan,” katanya.

Penelitian kondisi tanah di bawah aspal kali pertama dilakukan dengan melakukan pengeboran. Pada pengeboran di titik awal tersebut, para pekerja menargetkan kedalaman mencapai 30 meter. Tanah sedalam itu lah yang nantinya akan diteliti lebih lanjut.

“Dari kedalaman 30 meter, tanah yang akan diteliti biasanya diambil setiap 2 meter. Saat ini masih berlangsung dan akan terus dilakukan sampai 30 meter,” ujarnya sambil menyebut setiap sampel tanah yang diambil akan diteliti kekerasannya.

Selama proses pengeboran berlangsung, di lokasi juga terdapat konsultan dari Balai Besar Jalan Nasional. Konsultan tersebut juga bertugas memberi kajian pada jalan dan jembatan. “Kalau hasil sudah ada, maka akan kami laporkan. Baru melangkah pada penanganannya,” ujar Guritno.

Data yang berhasil dikumpulkan, khusus untuk Jalan Sultan Agung sudah dicanangkan dalam program peningkatan jalan dan peningkatan Jembatan Jompo. Akan tetapi, peningkatan kualitas tersebut masih menunggu hasil penelitian. Dengan begitu, belum diketahui secara pasti apakah perbaikan jalan ambles dan jembatan retak dilakukan pada pertengahan tahun ini atau akhir tahun 2019.

Sebelumnya sempat diberitakan bahwa jalan ambles diduga berkaitan dengan bangunan pertokoan Jompo yang mengalami keretakan. Insiden tersebut sempat dibahas pada rapat di DPRD Jember dengan menghadirkan sejumlah pihak terkait.

Terjadinya jalan ambles dan toko retak juga menjadi perhatian Pemkab Jember dengan mengimbau agar toko yang berada di depan jalan ambles tutup sementara sampai ada kejelasan status jalan dan bangunan ruko. (*)

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : nur hariri

Editor : Hadi Sumarsono