Main Serobot Sebabkan Kemacetan

Dampak Penutupan Jalan Sultan Agung

DUA ARAH: Pengguna jalan yang melintas di Jalan Hos Cokroaminoto, Kaliwates, mengalami kemacetan. Terutama saat jam sekolah dan berangkat kerja.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pengguna jalan yang masuk ke kawasan Kota Jember harus ekstra sabar. Karena dampak penutupan Jalan Sultan Agung pasca-ambruknya pertokoan Jompo, semua kendaraan yang akan ke kota dialihkan melalui Jalan Hos Cokro Aminoto. Dampaknya, arus kendaraan semakin padat, bahkan macet. Terutama saat jam-jam sibuk.

IKLAN

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, volume kendaraan yang melintas di jalan yang sebelumnya satu arah dari Jalan Trunojoyo itu terjadi penumpukan. Baik kendaraan roda dua maupun roda empat. Pengendara juga harus melaju pelan. Terlebih, ketika ada pemotor yang main serobot begitu saja untuk memotong jalur. Efeknya, pada jam-jam tertentu ekor kepadatan kendaraan itu mencapai Jalan Gajahmada.

Penumpukan kendaraan terlihat semakin parah karena ada sejumlah pengendara motor yang melanggar rambu. Mereka nekat menerobos Jalan Hos Cokroaminoto atau Samanhudi ke arah KH Shidiq. Sementara pengendara yang dari arah Jl. Trunojoyo juga banyak yang belok kanan ke Jl. Samanhudi.

Padahal, sejak peralihan arus sementara, pengendara roda dua yang dari Jl. Gajah Mada tidak boleh berbelok ke arah Talangsari, sedangkan yang dari Trunojoyo dilarang ke arah Samanhudi. Dampaknya, sering terjadi penumpukan kendaraan di simpang empat Pasar Tanjung tersebut.

Bahkan, ada seorang pengendara motor yang sempat terekam kamera melawan arus hingga membuat traffic cone atau rambu pemecah jalur di Jalan Hos Cokroaminoto terseret motor hingga berantakan.

Terjadinya penumpukan kendaraan di Hos Cokroaminoto itu biasanya terjadi pada jam masuk sekolah dan karyawan berangkat ke kantor, sekitar pukul 06.15 hingga pukul 07.15. Oleh karenanya, pengguna jalan disarankan mencari jalur alternatif yang lebih cepat dan. “sebab, jika semua pengendara memaksa melewati Hos Cokroaminoto, maka mereka akan terjebak kemacetan,” ujar Ipda Agus Yudi Kuniawan KBO Lantas Polres Jember.

Demikian juga pengguna jalan yang dari arah Jalan Trunojoyo. Ketika pada jam-jam sibuk, mereka diminta untuk melewati jalur alternatif agar tak sampai terjebak kemacetan. “Bagi yang menuju Jalan Gajah Mada, hendaknya lewat Jalan KH Shidiq dan bisa lewat depan Hotel Aston di Jalan Sentot Prawirodirdjo,” tuturnya.

Sejak ditutupnya Jalan Sultan Agung, setiap persimpangan mulai dari simpang empat Argopuro, simpang tiga Sentot Prawirodirjo, dan depan Lippo Mall, petugas telah memasang rambu jalur alternatif. Harapannya, pengendara yang akan melewati kota bisa berpindah haluan, sehingga tak sampai terjebak kemacetan.

“Contoh ketika orang tua yang akan mengantar putra putrinya ke SMPN 2, untuk menghindari kemacetan di Jalan Hos Cokroaminoto bisa lewat jalan tikus depan Lippo Mall. Bisa juga lewat simpang tiga Sentot Prawirodirdjo,” ungkapnya.

Reporter : Jumai

Fotografer : Jumai

Editor : Mahrus Sholih