alexametrics
24.4C
Jember
Tuesday, 19 January 2021
Mobile_AP_Top Banner

Video Tiga Tahun Silam Viral Lagi

Pengasuh Ponpes: Benar, tapi Sudah Lama

Desktop_AP_Leaderboard
Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Masyarakat Jember sempat dibuat heboh dengan video yang viral di jagat daring, tentang puluhan santri Pondok Pesantren Madinatul Ulum, Cangkring, Kecamatan Jenggawah, yang menampilkan sejumlah santri keracunan vaksin difteri. Di video berdurasi dua menit ini bahkan sempat heboh dengan judul yang membuat cemas, yakni Gawat… Gawat…! Viralkan Niiih Waspada Pembantaian Masal.

Video ini juga tersebar hingga ke wali santri yang berada di luar kota dan luar pulau. Tak sedikit wali santri yang langsung menelepon ke pihak ponpes untuk memastikan kejadian tersebut. Sekretaris Yayasan Madinatul Ulum Ahmad Sururi sampai kebanjiran telepon dari wali santri.

Dalam video itu tampak puluhan santri, yang rata-rata merupakan siswa SMP dan SMK, mengalami demam, mual, dan muntah hingga lemas dan pingsan seusai mendapat vaksinasi. Kekhawatiran aktualitas video itu juga muncul di benak wali santri, ketika melihat sebagian besar santri dalam video tersebut mengenakan masker. Sehingga identik dengan kondisi pandemi saat ini.

Mobile_AP_Rectangle 2

Namun setelah ditelusuri, didapati bahwa video tersebut adalah video lama. Kejadian itu terjadi pada 2018 silam, tepatnya di bulan Februari.

Pengasuh Pondok Pesantren Madinatul Ulum KH Lutfi Ahmad mengakui jika kejadian di video tersebut memang benar. Namun, bukan terjadi baru-baru ini, melainkan saat vaksinasi difteri pada Februari 2018. Dia justru baru mengetahui viralnya video tersebut saat ini, ketika didatangi Jawa Pos Radar Jember. “Karena saya seharian memang belum membuka HP sama sekali,” kata Kiai Lutfi.

Pihaknya menjelaskan, saat itu puluhan santrinya memang mengalami penurunan kesehatan seusai mendapatkan vaksin difteri massal yang dilakukan pihak dinas terkait dan puskesmas. Namun, hal itu sudah tiga tahun silam. “Tetapi kenapa kok beredar lagi. Ini sudah meresahkan keluarga pondok pesantren,” keluhnya.

Terlebih lagi, lanjut dia, mayoritas santri dalam video tersebut tampak mengenakan masker. Menurut Kiai Lutfi, pada saat itu juga bersamaan dengan agenda bagi-bagi masker gratis dari Dinas Kesehatan.

Pihaknya meminta masyarakat dan wali santri untuk tak langsung menerima berita hoaks sebelum dicek kebenarannya. “Saya hanya berharap saat kondisi seperti ini untuk tidak menyebar berita hoaks. Apalagi menyangkut pondok pesantren. Pihak yang berwenang juga segera mencari siapa yang menyebar video lama itu di media sosial. Apa lagi ada tulisan yang meresahkan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Mahrus Syamsul, yang juga datang ke pondok pesantren, menuturkan, video viral itu juga sempat mampir ke ranah Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Karenanya, dia akan menyampaikan klarifikasi tersebut kepada pihak dinas.

 

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Masyarakat Jember sempat dibuat heboh dengan video yang viral di jagat daring, tentang puluhan santri Pondok Pesantren Madinatul Ulum, Cangkring, Kecamatan Jenggawah, yang menampilkan sejumlah santri keracunan vaksin difteri. Di video berdurasi dua menit ini bahkan sempat heboh dengan judul yang membuat cemas, yakni Gawat… Gawat…! Viralkan Niiih Waspada Pembantaian Masal.

Video ini juga tersebar hingga ke wali santri yang berada di luar kota dan luar pulau. Tak sedikit wali santri yang langsung menelepon ke pihak ponpes untuk memastikan kejadian tersebut. Sekretaris Yayasan Madinatul Ulum Ahmad Sururi sampai kebanjiran telepon dari wali santri.

Dalam video itu tampak puluhan santri, yang rata-rata merupakan siswa SMP dan SMK, mengalami demam, mual, dan muntah hingga lemas dan pingsan seusai mendapat vaksinasi. Kekhawatiran aktualitas video itu juga muncul di benak wali santri, ketika melihat sebagian besar santri dalam video tersebut mengenakan masker. Sehingga identik dengan kondisi pandemi saat ini.

Namun setelah ditelusuri, didapati bahwa video tersebut adalah video lama. Kejadian itu terjadi pada 2018 silam, tepatnya di bulan Februari.

Pengasuh Pondok Pesantren Madinatul Ulum KH Lutfi Ahmad mengakui jika kejadian di video tersebut memang benar. Namun, bukan terjadi baru-baru ini, melainkan saat vaksinasi difteri pada Februari 2018. Dia justru baru mengetahui viralnya video tersebut saat ini, ketika didatangi Jawa Pos Radar Jember. “Karena saya seharian memang belum membuka HP sama sekali,” kata Kiai Lutfi.

Pihaknya menjelaskan, saat itu puluhan santrinya memang mengalami penurunan kesehatan seusai mendapatkan vaksin difteri massal yang dilakukan pihak dinas terkait dan puskesmas. Namun, hal itu sudah tiga tahun silam. “Tetapi kenapa kok beredar lagi. Ini sudah meresahkan keluarga pondok pesantren,” keluhnya.

Terlebih lagi, lanjut dia, mayoritas santri dalam video tersebut tampak mengenakan masker. Menurut Kiai Lutfi, pada saat itu juga bersamaan dengan agenda bagi-bagi masker gratis dari Dinas Kesehatan.

Pihaknya meminta masyarakat dan wali santri untuk tak langsung menerima berita hoaks sebelum dicek kebenarannya. “Saya hanya berharap saat kondisi seperti ini untuk tidak menyebar berita hoaks. Apalagi menyangkut pondok pesantren. Pihak yang berwenang juga segera mencari siapa yang menyebar video lama itu di media sosial. Apa lagi ada tulisan yang meresahkan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Mahrus Syamsul, yang juga datang ke pondok pesantren, menuturkan, video viral itu juga sempat mampir ke ranah Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Karenanya, dia akan menyampaikan klarifikasi tersebut kepada pihak dinas.

 

Mobile_AP_Half Page
Desktop_AP_Half Page

Berita Terbaru

Desktop_AP_Rectangle 1

Wajib Dibaca