Jajal Senapan, Tewas Tertembak 

SENAPAN MEMATIKAN: Di ruang Reskrim Polsek Silo, M Samsul Arifin, 29, memperlihatkan senapan yang dicobanya hingga mengenai korban dan meninggal dunia. 

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Suara letusan senapan angin mengagetkan Huda. Minuman yang dia bikin untuk empat tamunya pun batal disuguhkan. Warga Dusun Garahan Jati, Desa Garahan, Kecamatan Silo, ini segera berlari keluar dari dapur menuju ruang tamu. Di sana, dia melihat Muhammad Erfan, 30, satu dari tiga pengunjungnya itu bersimbah darah.

IKLAN

“Belum lama saya di dapur terdengar suara plass dari ruang tamu. Kemudian saya berlari ke luar,” ujar Huda. Di ruang tamu, korban yang tercatat sebagai warga Dusun Malangsari, Desa Kebunrejo, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, tengah terduduk dengan kondisi gemetar dan kencing. Dari kelopak mata kanan mengalir darah segar. Tak lama kemudian, korban meninggal.

Di rumah Huda, korban datang bersama Samsul Arifin, 29, dan dua teman lainnya, Slamet dan Muzamil. Mereka berempat bertandang ke rumah pria 55 tahun ini untuk membeli senapan angin. Apes, saat Samsul mencoba senapan model baru, korban tertembak persis mengenai kelopak mata sebelah kanan.

Muhammad Erfan tertembak senapan berpeluru timah berukuran 4,5 milimeter yang biasanya dipakai berburu hewan. “Saat mencoba senapan yang baru diambil dari kamar itu, saya tidak menyangka kalau masih ada pelurunya,” ujar Samsul Arifin, kepada polisi.

Insiden ini bermula, setelah proses transaksi jual beli senapan angin yang dipesan dua bulan lalu oleh Slamet dan Muzamil. Tiap pucuk senapan dihargai Rp 1.550.000. Usai dua orang itu melunasi senapan yang dipesannya, tiba-tiba Samsul Arifin menanyakan stok senapan lain pada Huda.

Huda kemudian mengeluarkan dua senapan yang dia simpan di kamar. Dua pucuk senapan itu diserahkan pada korban dan Samsul Arifin. Setelah itu, Huda menuju dapur untuk membuat minuman bagi para tamunya tersebut. Namun sebelumnya, dia memperingatkan jika senapan itu telah berisi peluru.

Saat itu, Samsul mengambil senapan angin dan duduk di lantai. Sementara posisi korban duduk di kursi persis di atas Samsul. Nah, ketika Samsul sedang memeriksa senapan tersebut, tiba-tiba korban menarik laras panjangnya hingga membuat Samsul terkejut. Lalu tanpa sengaja, Samsul menarik pelatuk senapan itu.

Kapolsek Silo AKP Hary Wahyono mengatakan, sejauh ini pihaknya masih memintai keterangan kepada tiga orang teman korban, termasuk kepada penjual senapan angin tersebut. Menurutnya, korban meninggal akibat tertembak senapan angin yang dicoba oleh temannya tersebut. “Kami masih mendalami kasus ini. Yang jelas, korban meninggal karena tertembak senapan,” jelasnya.

Reporter : Jumai

Fotografer : Jumai

Editor : Mahrus Sholih