Balita KD Ditinggal di Jurang, Siapa Penculiknya?

Balita KD saat digendong oleh Kapolsek Patrang, Mahroby Hasan. KD ditemukan di Jurang sedalam 4 meter oleh Misdin, warga setempat. (Jumai/radarjember.id)

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Penculikan terhadap balita sempat menggemparkan warga Kabupaten Bondowoso, (9/8) kemarin. Rupanya, penculiknya membawa anak tersebut ke Jember. Lalu ditinggal begitu saja di Lingkungan Cupu, Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang. Sayangnya, pelaku penculikan belum ditemukan, namun terlihat mengendarai Toyota Innova putih.

IKLAN

Sebelumnya, KD, balita berusia tiga tahun, Grujugan. Dia dibawa orang tak dikenal yang mengendarai sepeda motor saat bermain di depan rumah neneknya di Desa Sumber Pandan.

Saksi yang melihat salah satunya Bu Robi. Kebetulan, rumah Sumiati ada di Desa Sumber Pandan, Grujugan, di samping bengkel. Dari seberang jalan rumah padat penduduk, Bu Robi mengira KD diajak ayahnya. Sebab, tidak terlihat ada penolakan dari KD.

Bocah yang setiap harinya dititipkan di rumah neneknya itu menurut begitu saja. “Mungkin diajak ke mana begitu, jadi saya kira ayahnya yang ngajak,” ungkapnya.

Tak berapa lama, ternyata Sumiati bingung. Dia merasa kehilangan cucunya. Kebingungan itu bertambah ketika mengetahui yang mengajak balita itu bukan ayahnya. Dian, ibunda KD, yang dihubungi langsung pulang dari tempatnya mengajar. Dian langsung menangis histeris sampai pingsan.

Ayah KD, Ahmad Ismanto, 42, terlihat lebih tegar. Polisi banyak menggali informasi dari sang ayah. Seketika itu rumah nenek KD banyak dikerumuni warga. Sampai ada beberapa masyarakat mengunggah kejadian tersebut ke media sosial.

Sekitar pukul 10.30, ada informasi dari grup Facebook Info Warga Jember (IWJ) tentang penemuan balita yang dibuang di daerah Patrang. Foto balita itu mirip dengan KD.

Akhirnya, Polsek Grujugan bersama tim Polres Bondowoso bergerak ke Jember. Ternyata benar, balita yang ditemukan adalah KD. Anak pasangan Ahmad Ismanto dan Dian Emiyanto, warga Desa Kembang, Bondowoso.

KD ditemukan oleh Misdin, 28, di jurang dengan kedalaman sekitar empat meter. Tepat di belakang rumah Edi, warga setempat.

Suara tangisan balita tiga tahun itu membuat Misdin penasaran. Dia mencari sumber suara itu, lalu mendapati anak kecil yang sedang menangis.  Terkejut, dia langsung mengambil dan membawanya naik ke atas jalan dan dibawa ke rumah Sudila, 70.  Wajah KD sudah berdebu, bagian hidungnya mengeluarkan darah, dan pipi kirinya memar.

DISAMBUT KELUARGA: KD setelah dijemput dari Patrang dan tiba di rumahnya. (sholikhul huda/radarjember.id)

Penemuan KD itu langsung tersebar ke warga sekitar dan pengguna jalan yang melintas di sekitar TKP. Warga yang terus berdatangan membuat lokasi penemuan balita langsung dipenuhi warga. Saat itu juga, penemuan balita itu langsung  dilaporkan  ke petugas Polsek Patrang.

Kanitreskrim Polsek Patrang bersama anggotanya langsung menuju lokasi untuk melakukan olah TKP. “Korban yang diculik ini diduga mau dibawa ke tempat Wisata Rembangan,” kata AKP Mahroby Hasan, Kapolsek Patrang.

Menurut dia, pengejaran dilakukan oleh anggota Polsek Grujugan mulai dari tempat korban diculik. Pelaku diketahui mengendarai mobil Toyota Innova warna putih. Namun, belum diketahui identitasnya.

Info dari warga, anggota bersama kanitreskrim langsung melakukan pengejaran ke Rembangan. Namun, hingga kini petugas belum menemukan mobil yang diinformasikan warga. “Yang jelas, setelah dilakukan olah TKP dan memintai keterangan saksi, tak lama kemudian keluarga korban bersama Kapolsek Grujugan dan anggota Reskrim Polsek Bondowoso datang ke polsek. Selanjutnya, korban langsung dibawa pulang untuk dilakukan visum,” terangnya.

Visum dilakukan karena bagian hidung korban mengeluarkan darah. Bagian kepalanya penuh debu dan pipi sebelah kiri memar. “Karena Polsek Patrang hanya olah TKP penemuan saja. Kasusnya, penculikan ini ditangani Polsek Grujugan,” pungkasnya.

NENEKNYA HISTERIS: Sumiati, nenek KD menangis terus-menerus begitu mendengar KD ditemukan di Jember. Dia terus menerus menyesali kelalaiannya yang membuat cucunya sempat hilang. (sholikhul huda/radarjember.id)

Diculik Pakai Motor, Dibuang Pakai Mobil

KEPOLISIAN terus melakukan pengembangan kasus penculikan KD. Sebab, berdasarkan keterangan saksi, ada kemungkinan si penculik sempat berganti kendaraan.

Kapolsek Grujugan Iptu Iswahyudi mengatakan, berdasarkan saksi mata, awal kali korban diajak pengendara sepeda motor. Memakai helm full face dan baju hitam menuju arah Jember.

Namun, berdasarkan keterangan warga Patrang yang menemukan, korban diturunkan dari dalam mobil putih. “Kami terus mendalami, semoga saja segera kami ungkap,” terangnya.

Kepolisian terus melakukan pemetaan. Sebab, hal ini menjadi atensi tersendiri. Apalagi, ketika ditemukan, muka korban lebam dan hidungnya berdarah. Korban sempat mendapatkan visum di Puskesmas Grujugan.

Hasilnya, ada lebam-lebam karena benturan. Dugaan sementara, korban dipukul.Polisi saat ini melakukan pendalaman dengan meminta keterangan keluarga korban. Selanjutnya, polisi mengum-pulkan berbagai barang bukti dan saksi mata.

Harapannya, pelaku tertangkap dan motif kejahatan pelaku bisa terkuak.Perlu diketahui, KD adalah anak dari pasangan Ahmad Ismanto, 42, dan Dian Emiyanto, 35, warga Desa Kembang, Bondowoso. Karena kedua orang tuanya bekerja, setiap harinya KD dititipkan ke neneknya di Desa Sumberpandan, Grujugan.

Reporter : Jumai, Solikhul Huda

Fotografer : Solikhul Huda, Jumai

Editor : Mahrus Sholih, Hafid Asnan