Tinggal Tiga Pekerja Migran

Warga yang Diisolasi di JSG Jauh Berkurang

LENGANG: Suasana JSG yang dijadikan tempat isolasi tak seramai sebelumnya. Kini, hanya tinggal tiga orang, itu pun mereka yang baru saja datang dari luar negeri.

JEMBER,RADARJEMBER.ID – Proses isolasi untuk mencegah persebaran Covid-19 masih terus berlangsung di Jember Sport Garden (JSG) Desa/Kecamatan Ajung. Untuk mengetahui kondisi terkini, Jawa Pos Radar Jember mengunjunginya, Rabu (8/7). Suasananya cukup lengang. Sebab, warga yang dikarantina tersisa tiga orang saja. Itu pun warga yang baru datang dari luar negeri. Mereka adalah pekerja migran Indonesia yang baru pulang dari Malaysia.

“Sekarang hanya ada tiga orang, karena beberapa hari lalu sebelas orang sudah selesai. Ketiga perempuan ini datang dari Malaysia,” kata dr Sri Isna Amelia, Koordinator Pelayanan Medis JSG.

Isna menjelaskan, sekalipun hanya ada tiga warga yang dikarantina, tetapi prosedur penanganannya tetap dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan. “Pelayanan tetap sama seperti dulu. Termasuk pemberian fasilitas seperti makan juga tetap sama,” imbuhnya.

Dia menyebut, mereka juga diharuskan berolah raga. Selain itu, beberapa kegiatan lain juga dilakukan di JSG. “Kapan JSG ini akan selesai dijadikan tempat karantina, kami belum mendapat informasi,” ungkapnya.

Ditanya untuk tenaga medis yang berada di lokasi, menurut Isna, ada sekitar 20 orang. Mereka seluruhnya menginap di JSG bersama sejumlah penjaga. “Kalau tenaga medisnya tetap menginap. Tapi yang berjaga seperti petugas keamanan (TNI/Polri, Red) itu sif,” ucapnya.

Isna menyebut, jumlah warga yang pernah menjalani proses karantina sejak JSG dibuka sebagai pusat karantina di Jember sudah banyak. Mereka bukan hanya warga Jember, tetapi datang dari berbagai kabupaten/kota, termasuk warga Singapura. “Harapannya Covid-19 segera selesai,” jelasnya.

Demi menjalankan tugas, Isna dan sejumlah tenaga medis lain serta sejumlah petugas keamanan harus tetap bertahan meski suasana JSG kini sudah lengang. “Kami tidak tahu apakah akan ada tambahan lagi atau tidak. Yang pasti kami bertugas dengan baik,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jember Gatot Triyono membenarkan sisa warga yang dikarantina hanya tiga orang. Menurutnya, berkurangnya jumlah warga yang menjalani isolasi di JSG menandakan penanganan pandemi Covid-19 di Jember berlangsung dengan baik.

Kendati demikian, dia mengimbau, warga tetap mematuhi protokol kesehatan di manapun berada. Mengingat ancaman wabah Covid-19 belum sepenuhnya sirna. “Saat ini, Jember terus berbenah menuju new normal. Diharapkan semua warga tetap patuh pada protokol kesehatan,” pungkasnya.

Editor: Mahrus Sholih
Reporter: Nur Hariri
Fotografer: Dwi Siswanto