Jadikan Lebaran sebagai Kemenangan Bersama

KEMENANGAN BERSAMA: Drs HM Khoiri Ketua FKUB Lumajang mengajak masyarakat Lumajang menjadikan Lebaran sebagai kemenangan bangsa.

LUMAJANG RADAR JEMBER.ID – Setelah menghadapi kontestasi politik yang cukup panas kemarin, tidak bisa dimungkiri suasana tersebut meninggalkan polarisasi di masyarakat. Tak terkecuali di Lumajang. Kondisi yang cukup kronis ini berpotensi memperkeruh keadaan bangsa. Lebaran sekarang ini sudah waktunya dijadikan momentum kemenangan bersama.

IKLAN

Bahkan kondisi tersebut juga memengaruhi kerukunan umat beragama. Pola hubungan antarmasyarakat harus terjalin dengan baik. “Setelah ada pesta demokrasi kehidupan umat beragama relatif terpolarisasi, di Lebaran ini perlu melakukan suatu kemenangan bersama sebagai bangsa,” ungkap Drs H M Khoiri, Ketua FKUB Lumajang.

Lelaki yang juga menjabat Kasi Mapenda Kemenag Lumajang ini menjelaskan, kerukunan antar umat juga menjadi salah satu bagian dalam kemenangan bersama. Kondisi politik yang relatif kondusif tersebut eloknya juga mendapat dukungan dari TNI-Polri dan seluruh elemen masyarakat bangsa untuk ke depannya terjaga dengan baik dan Lebaran betul-betul utuh. “Dukungan riil dari TNI-Polri untuk bisa ke depannya terjaga dengan baik” tambahnya.

Pola hubungan yang sudah terbentuk antarumat beragama untuk Lebaran ini lebih ditingkatkan dan diperkuat. Keharmonisan antarumat ini menjadi modal dalam menjaga keutuhan bangsa.” Kemarin ada beberapa teman-teman Katolik dan Kristen yang sempat bahkan datang ke beberapa pesantren. Mereka mengapresiasi kegiatan Ramadan,” ungkapnya.

M. Khoiri juga mengatakan, keharmonisan tersebut berimbang, tidak hanya berlaku pada Lebaran saja, bahkan ketika hari natal umat muslim juga hadir memenuhi undangan. “Umat Islam juga mengapresiasi pada umat lain. Hari natal kita juga jaga gereja, diundang datang,” sambungnya.

Untuk meningkatkan keharmonisan antarumat beragama, sekadar kenal saja tidak cukup. Kegiatan yang mampu melibatkan seluruh umat beragama menjadi solusi untuk memunculkan keakraban berlebih. “Kekurangan untuk bersosialisasi antarumat beragama akan memengaruhi taaruf,” imbuhnya. (*)

Reporter : mg2

Fotografer : mg2

Editor : Hafid Asnan