Presensi Dilaporkan Langsung Secara Daring

Bolos, Terancam Sanksi Lebih Berat

APEL WAJIB: Sejumlah CPNS ketika menghadiri apel di halaman pemkab. Mereka yang baru diangkat menjadi CPNS ini bakal menerima sanksi berat ketika membolos di hari pertama kerja paska cuti bersama lebaran

LUMAJANG RADAR JEMBER.ID – Peringatan keras bagi ASN yang membolos kerja di hari pertama pasca cuti bersama. Sebab, menjadi atensi nasional. Mereka yang membolos bakal menerima sanksi lebih berat dari membolos di hari biasa. Presensi hari pertama juga wajib dilaporkan ke Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB)

IKLAN

Kondisi tersebut ditegaskan dalam surat Menpan RB yang dikirim 27 Mei 2019 lalu. Surat dengan nomor B/26/M.SM.00.01/2019 tentang laporan hasil pemantauan kehadiran ASN sesudah cuti bersama.

Isinya, semua pejabat berwenang wajib melakukan pemantauan pada ASN pada 10 Juni 2019. Laporan diinput melalui aplikasi dan paling lambat dikirim pukul 15.00 WIB. ASN yang tidak masuk kerja tanpa alasan akan dijatuhi sanksi hukuman disiplin.

Sebab, itu berarti melakukan pelanggaran terhadap kewajiban Pasal 3 angka 17 PP Nomor 53 Tahun 2010 tentang disiplin pegawai negeri sipil. Pelanggaran tersebut wajib dilaporkan pada Menpan-RB yang akan ditembuskan pada Badan Kepegawaian Negara (BKN) pada 10 Juli 2019.

Hal tersebut juga diakui oleh PJs Sekda Lumajang Drs Agus Triono MSi. Menurutnya, ASN diberi cuti bersama sejak 3, 4, dan 7 Juni.  “Baru pada 10 Juni sudah masuk kerja seperti biasa,” jelasnya.

Mereka yang mangkir, kata Agus, tentu akan ada sanksinya. “Sanksinya ini bakal lebih berat daripada mangkir di hari kerja biasa,” tegasnya. Untuk mendeteksi itu, maka seperti tahun sebelumnya, akan dilakukan apel pada awal masuk kerja. Sekaligus merupakan apel halal bi halal bersama bupati, Wabup, dan staf. Baru kemudian bupati atau wabup melakukan pengecekan  pelaksanaan pada OPD tertentu.

Sementara itu, Wasian, Kabid Pembinaan BKD Lumajang menegaskan bahwa pada hari perdana masuk kerja pasca Lebaran akan dilakukan pengecekan. “ASN akan wajib apel dan mengisi presensi. Hasil itu kemudian selambat-lambatnya nanti jam 09.00 dilaporkan ke bupati. Laporannya berisi ASN yang izin, sakit, atau alpa. Laporan langsung diunggah pada web pemkab dan dirilis di sana,” terangnya.(*)

Reporter : Hafid Asnan

Fotografer : Hafid Asnan

Editor : Hafid Asnan