Tak Usah Khawatir Kelaparan

Bulog Jamin Stok Beras Aman

STOK BERAS AMAN: Salah seorang petani sedang membersihkan padi yang baru saja dipanen. Di tengah pandemi Covid-19, Bulog Jember memastikan ketersediaan beras aman. Terlebih saat ini, petani sedang memasuki masa panen raya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Meski saat ini pemerintah menetapkan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) akibat ancaman virus korona. Namun masyarakat diimbau tak perlu khawatir bakal terjadi kelangkaan bahan pangan. Karena, Bulog Jember menjamin ketersediaan beras untuk masyarakat Jember aman hingga beberapa bulan mendatang.

IKLAN

Wakil Kepala Bulog Jember Makki Febrianto mengungkapkan, sejauh ini ketersediaan beras di Bulog tak ada masalah. Bahkan, stok yang dimiliki mencapai 46.700 ton. Jumlah itu disebutnya cukup untuk memenuhi kebutuhan operasional di wilayah Jember hingga beberapa bulan ke depan. Bahkan, sampai tiga bulan mendatang.

Apalagi, menurut dia, peredaran beras di Jember tak hanya dikuasai oleh Bulog saja. Tapi juga oleh pihak swasta dan masyarakat. Sebab, banyak yang punya penggilingan padi sendiri dan memiliki stok gabah dan beras di rumah masing-masing. “Apalagi Jember ini termasuk wilayah produksi padi yang cukup bagus di Jawa Timur. Jadi stok beras di Jember relatif aman,” lanjutnya.

Kendati begitu, pihaknya tetap melakukan antisipasi terhadap lonjakan harga beras. Salah satunya dengan membikin program ketersediaan pangan dan stabilisasi harga sejak awal tahun ini. “Kami menyediakan beras kualitas medium pada harga Rp 8.100 untuk mendukung ketersediaan pangan dan menjaga stabilisasi harga,” jelas Makki.

Selain itu, untuk pemasaran di tingkat konsumen, Bulog juga sudah memiliki beberapa outlet resmi yang menyediakan produk Bulog itu sendiri. Sementara, dia menambahkan, untuk stabilisasi harga dan kebutuhan terkait bencana, pemerintah pusat sudah menugaskan kepada Bulog untuk menyediakan cadangan beras.

“Kalau dalam kebutuhan bencana bisa dimanfaatkan oleh masing-masing pemerintah kabupaten dengan kewenenangannya. Tingkat kabupaten penyediaan cadangan 100 ton per tahun. Untuk tingkat provinsi bisa 200 ton per tahun,” pungkasnya.

Reporter : Muchammad Ainul Budi

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Mahrus Sholih