alexametrics
24.4C
Jember
Tuesday, 19 January 2021
Mobile_AP_Top Banner

Jalan Balung-Jenggawah Banjir hingga Satu Meter

Desktop_AP_Leaderboard
Mobile_AP_Rectangle 1

WULUHAN.RADARJEMBER.ID- Hujan yang turun sejak pukul 14.00 hingga pukul 18.00 mengakibatkan ruas jalan yang menghubungkan Jenggawah-Balung banjir, Minggu (10/1) pukul 18.00. Bahkan, ketinggian air di jalan hingga mencapai 50 cm sampai 60 cm.

Akibatnya banyak pengguna jalan, khususnya pengendara motor yang balik kanan. Karena air bisa masuk ke mesin. Genangan air paling dalam berada di barat Lapangan Glundengan karena berdekatan dengan Sungai Afur Curah Kenceng dan Sungai Afur Tepas yang meluap. Ketinggian air mencapai satu meter.

Hingga pukul 19.00 jalan yang menghubungkan dua kecamatan tersebut masih banjir. “Jalan di sini setiap hujan deras dan lama pasti banjir,” kata Solihin warga Glundengan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Tak hanya pengendara motor, pengemudi mobil yang melintas juga banyak yang memilih balik kanan. Mereka mencari jalan alternatif atau memutar lewat Ambulu atau Wuluhan. “Saya baru pulang dari Balung. Awalnya saat lewat belum banjir. Sekarang aaya harus balik kanan dan lewat Wuluhan,” kata Wawan, pengendara asal Jenggawah yang sedang melintas.

Menurut Sugiarto, warga Balung, saat ini kondisinya tidak seberapa jika dibanding dengan sebelum-sebelumnya. Biasanya, akses jalan yang tergenang banjir cukup panjang mulai dari lapangan Glundengan sampai sekitar perumahan baru, tak jauh dari kantor desa setempat.

“Satu-satunya cara biar tidak banjir lagi jalannya harus ditinggikan. Karena kalau hanya saluran airnya yang dikeruk tidak akan menyelesaikan masalah,” usulnya. (*)

- Advertisement -

WULUHAN.RADARJEMBER.ID- Hujan yang turun sejak pukul 14.00 hingga pukul 18.00 mengakibatkan ruas jalan yang menghubungkan Jenggawah-Balung banjir, Minggu (10/1) pukul 18.00. Bahkan, ketinggian air di jalan hingga mencapai 50 cm sampai 60 cm.

Akibatnya banyak pengguna jalan, khususnya pengendara motor yang balik kanan. Karena air bisa masuk ke mesin. Genangan air paling dalam berada di barat Lapangan Glundengan karena berdekatan dengan Sungai Afur Curah Kenceng dan Sungai Afur Tepas yang meluap. Ketinggian air mencapai satu meter.

Hingga pukul 19.00 jalan yang menghubungkan dua kecamatan tersebut masih banjir. “Jalan di sini setiap hujan deras dan lama pasti banjir,” kata Solihin warga Glundengan.

Tak hanya pengendara motor, pengemudi mobil yang melintas juga banyak yang memilih balik kanan. Mereka mencari jalan alternatif atau memutar lewat Ambulu atau Wuluhan. “Saya baru pulang dari Balung. Awalnya saat lewat belum banjir. Sekarang aaya harus balik kanan dan lewat Wuluhan,” kata Wawan, pengendara asal Jenggawah yang sedang melintas.

Menurut Sugiarto, warga Balung, saat ini kondisinya tidak seberapa jika dibanding dengan sebelum-sebelumnya. Biasanya, akses jalan yang tergenang banjir cukup panjang mulai dari lapangan Glundengan sampai sekitar perumahan baru, tak jauh dari kantor desa setempat.

“Satu-satunya cara biar tidak banjir lagi jalannya harus ditinggikan. Karena kalau hanya saluran airnya yang dikeruk tidak akan menyelesaikan masalah,” usulnya. (*)

Mobile_AP_Half Page
Desktop_AP_Half Page

Berita Terbaru

Desktop_AP_Rectangle 1

Wajib Dibaca