Mengenal Komunitas Geng Tril Tua Jember

Pertahankan Model Trail Jadul, hingga Modif Trail Baru jadi Retro

MENELUSURI HUTAN: Motor-motor trail tua tersebut juga masih eksis menjelajah ke medan-medan sulit dan menembus desa demi desa.

… Nguuenggg! Nguueeeng….  Suara keras knalpot khas motor bermesin dua tak itu terdengar. Asapnya mengudara. Motor trail TS 125 keluaran 1993-1995 pun juga siap menjelajah.

Walau termasuk motor trail tua, tapi tampilannya masih kinyis-kinyis. Bahkan, kesan gahar juga terasa dengan ban kotak-kotak khas motor trail.

Motor-motor trail tua tersebut juga masih eksis menjelajah ke medan-medan sulit dan menembus desa demi desa. Mereka pun juga membentuk komunitas bernama Geng Tril Tua.

Dandy Briandoko Ketua Geng Tril Tua Jember mengatakan, komunitas ini berawal beberapa orang yang masih menyimpan dan menyukai trail keluaran 90-an. Hanya empat orang yang menyukai trail kuno, Gatra, Kuli, dan Angan. Akhirnya membentuk dengan nama Geng Tril Tua Jember tahun 2014. “Ya kebetulan saja ketemu orang dengan passion yang sama di dunia offroad,” jelasnya.

Dari empat anggota, kini jumlahnya kian bertambah. Setidaknya ada 40 anggota yang terjalin. Menurut Dandy, keasyikan trail tua tersebut tidak hanya ngetrail saja. Tapi bagaimana diskusi tentang motor tua. Apalagi, suku cadang motor tua juga tidak semudah seperti mendapatkan suku cadang motor baru.

Bahkan tidak sedikit anggota Geng Tril Tua Jember ini memiliki trail modern untuk dimodif dijadikan retro ala-ala trail tua. Bahkan, bukan hanya tampilan trail yang tampak tua. Perangkat helm dan lainya juga retro.

Sementara Gatot Triyono, pengemar motor trail tua di Jember menyebut, cukup asyik ada wadah motor-motor tua. Sebab, namanya produk tua perkumpulan itu diperlukan. Ada beberapa spare-part yang bisa didapat hanya barang bekas, tidak ada baru di toko. Lewat komunitas, mampu memfasilitasi itu semua. (dwi/hdi)

 

 

Editor: Hadi Sumarsono
Reporter: Dwi Siswanto
Fotografer: Istimewa