Dilarang Mangkal di Sekolah Oke, Radius Dibatasi Juga Oke

RADARJEMBER.ID- Sangat alot. Bahkan pertemuan berlangsung hingga hampir empat jam untuk mencapai kata sepakat. Ada sembilan kesepakatan antara angkutan online dengan konvensional yang dibahas di Ruang Rupatama Mapolres Jember kemarin. (Tentang 9 kesepakatan lihat grafis)

IKLAN

Meski pertemuan itu dihadiri Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo dan Asisten 2 Pemkab Jember Hadi Mulyono, namun dialog tetap berlangsung panas dan alot. Kedua pihak awalnya tetap ngotot dengan pendiriannya. Tetapi, akhirnya pihak angkutan online mengalah.

Ada dua hal yang kemarin cukup alot untuk disepakati. Yakni soal radius angkutan online untuk bisa mengambil penumpang, utamanya di daerah-daerah yang dianggap “lahan basah”. Pembahasan itu membuat pertemuan yang dimulai pukul 10.00 ini baru berakhir 14.00.

Perdebatan panjang dan alot mulai melunak setelah pihak angkutan online lebih banyak mengalah dalam pertemuan tersebut. Salah satunya yang kemarin cukup panjang perdebatannya adalah angkutan konvensional ngotot agar radius angkutan online mengambil penumpang di titik yang disepakati ini sejauh 350 meter.

Pihak angkutan konvensional menilai jarak itu tidak terlalu jauh dibandingkan pihaknya yang menunggu penumpang. “Kalau angkutan online bisa meminta penumpang berjalan dulu hingga keluar dari radius,” terang Siswoyo, ketua Induk Paguyuban Insan Transportasi Jember.

Sementara untuk angkutan online meminta radius tetap sama seperti saat kesepakatan angkutan roda dua sebelumnya, yakni 200 meter. Akhirnya setelah perdebatan panjang kemarin, disepakati untuk radius yakni 300 meter dari titik yang ditentukan tidak boleh mangkal dan mengambil penumpang untuk angkutan online.

Untuk penentuan titik-titik gemuk penumpang kemarin juga sempat memanas dan menjadi perdebatan panjang. Seperti terminal, stasiun, bandara, rumah sakit, halte SMPN 2 Jember, depan Kodim 0824 Jember serta sekitar Lippo Plaza Jember. Tentu hal itu sempat diprotes pihak angkutan online.

Yang cukup krusial kemarin adalah masalah kesepakatan yang masuk yakni titik sekolah. Pasalnya, ada klausul untuk angkutan online dilarang mangkal dan mengambil penumpang di sekolah-sekolah tiga kecamatan kota. Namun, kemudian disepakati tidak boleh mangkal dan boleh mengambil penumpang saja.

Selain itu, kesepakatan yang krusial yang kemarin disepakati yakni adanya stiker khusus bagi angkutan online roda 4. Hal ini untuk menandakan antara mobil pribadi dengan angkutan online saat di jalan. Selain itu, angkutan online juga harus mematuhi dan melaksanakan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 108 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek.

Frans Asyiqin, perwakilan Paguyuban Taksi Online Jember (PTOJ) dan Koperasi Witarama Mandiri Sejahtera (WMS) yang memfasilitasi ojek online mengaku legawa dengan hasil keputusan kemarin. “Bagus, kami mendukunglah,” jelas Frans dengan santai. Dirinya menganggap kesepakatan ini cukup baik.

Dirinya mengatakan kesepakatan ini memang harus segera dilakukan agar tidak sampai terjadi gesekan yang lebih parah di lapangan. “Utamanya untuk angkutan roda dua yang sering gesekan. Kalau untuk yang roda empat masih bisa saling berkoordinasi,” jelasnya menambahkan.

Terkait dengan pihaknya lebih banyak mengalah dalam kesepakatan, Frans mengatakan pihaknya menyikapinya dengan bijak. “Juga ada pelaku angkutan konvensional yang harus diperhatikan,” jelasnya. Dia yakin ke depan tidak akan ada masalah terkait dengan hal ini.

“Kami menyikapi dengan santai, untuk menjaga kondusivitas pelayanan di Jember,” jelas Frans. Pihaknya berharap hasil kesepakatan ini bisa dihormati bersama dan bisa saling mendukung transportasi yang baik untuk masyarakat Jember.

Reporter : Rangga Mahardika, Rully Efendi, Jumai
Editor : MS Rasyid
Editor Bahasa: Yerri A Aji
Fotografer: Jumai

Reporter :

Fotografer :

Editor :