Pasar Tumpah Semakin Parah

SEMAKIN PANJANG: Pedagang kaki lima terus bertambah, mereka yang berjualan di bahu jalan aspal sudah sampai di depan Masjid Al Ikhlas, Jalan Ahmad Yani, Kaliwates.

RADAR JEMBER.ID – Pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di atas Gladak Kembar terus bertambah. Ini terlihat dari banyaknya PKL yang buka lapak di sepanjang jembatan hingga mencapai Masjid Al Ikhlas, di depan lampu merah jembatan. Padahal, awalnya mereka hanya berjualan di depan Pasar Kepatihan saja, setelah ditertibkan oleh tim gabungan beberapa waktu lalu.

IKLAN

PKL yang didominasi penjual sayur-mayur ini tidak hanya menempati trotoar, namun juga bahu jalan, sehingga mengurangi ruang gerak bagi para pejalan kaki dan pengguna jalan yang lain. Lebih parahnya lagi, mereka baru ngeringkesi barang dagangannya dan beranjak dari sana setelah tampak petugas Satpol PP datang untuk melakukan penertiban. Sebab, selewat pukul 06.00, sepanjang Jalan Ahmad Yani depan Pasar Kepatihan dan Gladak Kembar itu dipadati kendaraan yang lewat.

Satu hal lagi yang membuat kawasan tersebut semakin tak nyaman adalah sampah sayuran dibuang seenaknya di pinggir jembatan. Hal tersebut membuat pemandangan semakin kumuh. “Kalau sebelumnya PKL yang menempati bahu jalan aspal jembatan itu bisa dihitung dengan jari saja, tapi sekarang tidak ada tempat kosong lagi di jembatan. Untuk parkir motor saja sekarang tidak ada tempat,” ujar Usnadi, salah seorang tukang becak yang kerap mangkal di sekitar pasar.

Pantauan Radarjember.id, biasanya pedagang yang menempati jembatan mulai bersih-bersih dagangannya ketika petugas Satpol PP datang. Itu pun terkadang masih cuek ketika ada petugas, dan ada yang masih melayani pembeli. (*)

Reporter : Jumai

Fotografer : Jumai

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti