Bertekat Temui Presiden Jokowi untuk Sampaikan Aspirasi

Kristianto Maturbongs, Ngontel 20 Hari Nonstop

DIKAWAL: Kristianto (topi putih) berangkat ke Jakarta untuk menemui Presiden Jokowi dari kantor Radar Jember

RADAR JEMBER.ID – Pagi itu, belasan orang kompak mengayuh sepeda ontel dari Desa Tamansari, Kecamatan Wuluhan, ke kantor Jawa Pos Radar Jember. Mereka datang untuk melepas keberangkatan temannya, Kristianto Adi Wibowo Maturbongs. Pria 31 tahun ini dikawal teman-temannya karena hendak berangkat ke Jakarta.

IKLAN

Begitu tiba di halaman Radar Jember, Kristianto Maturbongs langsung masuk ke dalam kantor bersama temannya, Ali. Mendadak, dia menyampaikan tekadnya untuk menemui Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Kristianto menceritakan, keinginan berangkat ke Jakarta untuk bertemu Jokowi karena terdorong oleh sejumlah persoalan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat. Salah satunya adalah tidak diperbaruinya data warga miskin yang ada di Jember atau di Indonesia pada umumnya.

Dampak tidak diperbaruinya data warga miskin tersebut, menurut dia, di lapangan terjadi banyak bantuan salah sasaran. Banyak orang yang sesungguhnya dikategorikan mampu, namun tetap mendapat bantuan. Sebaliknya, warga yang benar-benar miskin justru tak tercatat sebagai penerima bantuan pemerintah.

“Data-data untuk warga, khususnya warga miskin harus diperbarui lagi. Paling tidak dua tahun sekali. Dengan begitu, pemerintah juga akan tahu siapa warga yang dulu miskin kemudian menjadi kaya. Jangan sampai yang sudah kaya, tetap dapat bantuan, sementara yang miskin tidak dapat,” paparnya.

Hal itu dirasakan Kristianto sendiri, karena dirinya menjadi salah seorang ketua RT di desanya. Kemudian, berbekal hobinya naik sepeda ontel dengan jarak jauh, dia pun ingin menyampaikan perihal itu kepada presiden secara langsung. “Kebetulan di rumah, saya RT. Dan saya sering dikomplain karena data bantuan masih pakai yang lama. Yang sudah mampu masih dapat, sementara yang miskin tidak,” jelasnya.

Perjalanan dari Jember untuk bisa sampai ke Jakarta disadarinya bukan perkara yang mudah. Apalagi, dirinya tidak menaiki kendaraan bermotor, kereta api, atau pesawat terbang. Tetapi dia nekat menggunakan sepeda tua kesayangannya.

Kristianto mengaku, untuk menuju Jakarta, dirinya tak memiliki persiapan khusus. Dia hanya membawa pakaian serta uang seadanya. “Fisik juga saat ini kurang baik. Kondisi kaki saya masih agak sakit karena kecelakaan dulu. Tetapi saya harus tetap ke Jakarta,” imbuhnya.

Pria yang belum beristri itu menyebutkan, kepergiannya ke Jakarta pasti akan melewati tantangan yang berat. Selain melelahkan karena jarak Jember ke Jakarta sepanjang sekitar 1.000 kilo meter, dalam perjalanan pasti panas dan mungkin hujan. Meski demikian, perjalanan panjang tersebut akan tetap dia lakukan.

Selain membawa misi agar pemerintah selalu update data warga miskin, Kristianto juga ingin menyampaikan aspirasi para pencinta sepeda ontel agar mendapat perhatian khusus dari pemerintah. “Kebetulan saya ikut Komunitas Sepeda Lawas (Kompas) Kasian Timur. Untuk itu, saya ingin menyampaikan agar presiden memberi perhatian khusus pada pencinta sepeda tua,” paparnya.

Kristianto sejak dulu sangat mengidolakan Presiden Jokowi. Dengan kepergiannya yang nekat, dia ingin agar presiden nanti mau menemuinya setelah sampai ke Jakarta atau Istana Negara. “Saya idolakan karena dia pemimpin yang tulus. Mau memperjuangkan rakyatnya. Beliau punya rekam jejak yang baik serta tidak eksklusif,” jelasnya.

Usai berbincang panjang lebar, Kristianto bersama temannya, Ali, langsung menata belasan sepeda ontel di halaman kantor Radar Jember. Pada kesempatan itu, Abdul Rochim, suami Bupati Jember Faida, kebetulan lewat di Jalan Ahmad Yani. Mengetahui Kristianto hendak berangkat ke Jakarta, Rohim memberi suatu barang agar digunakan selama perjalanan.

Sementara itu, menurut Ali, yang juga salah seorang pengurus Kosti Jember, Kristianto merupakan salah satu pencinta sepeda tua yang juga masuk ke Kosti Jember. Kristianto memang dikenal sebagai salah satu pria yang berani berangkat ke sejumlah tempat dengan jarak yang jauh. Di antara tempat yang pernah dia kunjungi yaitu Sumbawa serta Jawa Barat. “Kali ini dia mau ke Jakarta untuk bertemu Presiden Jokowi. Semoga presiden mau menemuinya,” ucapnya.

Kristianto kemudian mengayuh sepeda ontelnya yang disertai dengan sejumlah bendera dan barang-barang keperluannya. Keberangkatan pria ini dikawal oleh Ali serta belasan pencinta sepeda ontel yang lain. Mereka tampak melambaikan tangan ketika mengayuh sepedanya ke luar dari halaman Radar Jember. Oleh Ali dan belasan temannya, Kristianto akan diantar hingga ke perbatasan Jember-Lumajang. Kemudian, Kristianto sendirian menuju Jakarta untuk menemui Presiden Jokowi. (*)

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Mahrus Sholih