Pewaris Santri Kinthilan

SUHARYO AP

LUMAJANG RADAR JEMBER.ID – Siapa yang menyangka jika Suharyo AP, yang kini menjadi Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lumajang adalah sosok santri kinthilan. Ya, dia adalah santri kinthilan dari Kiai Abdi Manab yang tak lain adalah tokoh di Lumajang.

IKLAN

Kisahnya tak banyak yang tahu. Namun, Bagi Ustadz Haryo, sapaan akrabnya, menjadi santri kinthilan begitu dihayati semasa menjadi santri almarhum Kiai Abdi Manab. “Dulu saya ini jadi kinthilannya Kiai Abdi Manab, kiai yang sangat berpengaruh di Lumajang,” ungkapnya.

Dia merasa tidak punya latar belakang keilmuan agama. Tetapi selalu disuruh khutbah, ceramah, dan kerap ditunjuk menggantikan jika tidak hadir. “Itu jadi bekal pribadi saya. Jadi pengalaman menyapa umat dengan ilmu yang semampunya saya miliki,” jelasnya.

Kondisi yang dialami pada tahun 1990-an itu tak terasa dijalani terus-terusan. Di kader pelan-pelan oleh sang kiai waktu itu. “Beliau sengaja. Kadang kalau nggak bisa datang, sakit, atau berbarengan acaranya, saya ditunjuk. Ya saya nggak bisa mengelak. Ternyata itu cara beliau mengader saya. Beliau waktu itu masih ketua MUI dan Ketua PDM Lumajang,” terangnya.

Ternyata, hal itu terus berlanjut. Kemudian dia pernah diajak ke Ranupani. Rupanya di sana Kiai Abdi Manab ingin mengisi jiwanya. “Di perjalanan saya ditausyiahi. Katanya kalau ingin menyelami hati umat maka dalamilah umat itu. Nggak mungkin bisa menyampaikan tausyiah jika tidak tahu isi hati umat. Dalami dulu baru memberi solusi,” ucapnya, menirukan dawuh almarhum.

Dari situ pelan tapi pasti, Ustadz Haryo diarahkan menjadi penggantinya. “Di PDM saya menjadi ketua menggantikan posisi beliau sebagai ketua. Tanpa ada korelasi. Tapi sebenarnya ada benang merah. Saya kemudian tiba-tiba jadi Ketua MUI. Meski bukan ketua umum,” jelasnya.

Tugas dakwah menyapa umat sampai ke pelosok desa hampir mayoritas dia datangi. Ini untuk menyambung perjuangan almarhum. “Di Tengger dan di Tempursari. Bahkan ke luar kota di Banyuwangi, Jember dan Probolinggo. Itu tugas beliau yang saya teruskan sampai sekarang,” terangnya.

Secara perlahan, Ustadz Haryo mengatakan, memang sempat berproses. Hingga kemudian sekarang ini dirinya banyak menggantikan tugas-tugas dakwah sepeninggal Kiai Abdi Manab. “Tentu kualitasnya tidak sebanding dengan beliau. Tapi tugas dakwahnya sebagian saya lanjutkan sebagai bentuk perjuangan pada umat,” pungkasnya. (*)

Reporter : Hafid Asnan

Fotografer : istimewa

Editor : Mahrus Sholih