Wakili Jatim di Tingkat Nasional

Empat Pelajar Lolos OSN

SISWA BERPRESTASI: Keempat siswa Lumajang yang lolos seleksi untuk mengikuti OSN. Mereka bakal mewakili Jawa Timur di ajang sains tingkat nasional tersebut.

LUMAJANG RADAR JEMBER.ID – Baru pertamakali dalam sejarah, empat murid asal Lumajang secara bersamaan lolos Olimpiade Sains Nasional (OSN). Mereka yang lolos di tingkat nasional ini bakal mewakili Jawa Timur di Jogjakarta. Pertaruhan Jawa Timur ada di pundak mereka pada 29 Juni hingga 6 Juli mendatang.

IKLAN

Keempat murid unggulan Lumajang ini berasal dari sekolah yang berbeda. Yakni dari SDK Santo Yoseph Lumajang, Audrey Felicity. Rendra Angga S dari SDN Jogotrunan. Untuk tingkatan SMP diwakili oleh Nadhif Al Rozin dari SMPN 1 Lumajang dan satunya adalah David Bakti Lodianto dari SMPK Bhara Widya. Semuanya bakal bertarung di OSN matematika.

Ajang bergengsi yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Nasional ini berhasil menunjuk keempat putra-putri terbaik Lumajang karena telah lolos melewati serangkaian seleksi. Kini, muka Jawa Timur ada di otak mereka.

Muchtar SPd, salah satu pembimbing empat pelajar tersebut menjelaskan, keempat murid binaannya ini bakal berangkat ke Jogjakarta pada 29 Juni sampai 6 Juli mendatang. Saat ini, semuanya mulai dipersiapkan. Bukan hanya kesiapan akademik, kesiapan mental juga mulai dilatih. Supaya saat OSN nanti mereka bisa meraih prestasi.

Didapatkan informasi, mereka mewakili Jawa Timur baru diketahui kemarin. “Kami baru tahunya kemarin. Ada surat dari Direktorat Kementerian Pendidikan Nasional yang menegaskan keempat murid tersebut bakal mewakili Jawa Timur,” jelasnya.

Sebelumnya, empat murid ini, kata Muchtar, sempat mengikuti seleksi bertahap. Mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten dan sampai tingkat provinsi yang digelar awal pekan kemarin. Nama seleksi yang menyortir wakil provinsi itu adalah Olimpiade Sains Provinsi (OSP). “Kemarin itu mereka ini memang menang. Ini diselenggarakan dari jalur dinas. Dimulai dari semua sekolah yang wajib mengirimkan pesertanya. Dibiayai APBD dan APBN,” ujarnya.

Kebetulan, Muchtar menjelakan, untuk SD mengirimkan Matematika dengan IPA. Sementara SMP itu dikirim peserta Matematika, IPA dan IPS. “Tetapi yang lolos, 2 Matematika SD dan 2 Matematika SMP,” tambahnya.

Kebetulan keempat murid ini, kata Muchtar, adalah binaannnya. Dua murid SMP itu dulu murid binaan yang belajar bersama anak binaan lainnya. Tapi setelah SMP, sudah mulai dibina sekolahnya masing-masing. “Kemudian anak-anak dapat tambahan pembina di Surabaya. Sampai mencari ahli-ahli matematika di luar,” jelasnya.

Sementara dua murid yang SD tersebut, kata dia, memang sampai saat ini masih di bawah binaannya. Keduanya bersama dengan puluhan murid lain yang secara rutin belajar bersama di tempat bimbingannya.

Harapan dan targetnya adalah Kedua murid SD Lumajang bisa meraih medali, agar mereka bisa meraih tiket seleksi timnas. Sebab, seleksi OSN ini juga akan mengambil 30 besar terbaik untuk dibina oleh tim Kemendikbud.

Secara berkala, juga dilakukan seleksi hingga akhirnya terpilih 8-10 anak yang akan mewakili Indonesia di ajang Internasional Mathematic and Science Olympiad (IMSO) 2019. Selain itu, juga mewakili ke Internasional Mathematic Competition (IMC) tahun 2020. (*)

Reporter : Hafid Asnan

Fotografer : hafid asnan

Editor : Mahrus Sholih