Penghuni Lapas Berkurang

Sejak Ratusan Napi Dapat Asimilasi

JUMLAH PENGHUNI BERKURANG: Suasana Lapas Kelas II A sebelum asimilasi. Setelah melepas ratusan narapidana yang mendapat asimilasi untuk dirumahkan, penghuni di Lapas Kelas II A Jember berkurang. Awalnya sekitar 800 orang, kini menjadi sekitar 600 orang.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Terhitung mulai 1-7 kemarin, Lapas Kelas II A Jember sudah mengeluarkan ratusan narapidana lewat program asimilasi. Total ada 170 narapidana di Lapas Jember yang mendapat asimilasi untuk dirumahkan.

IKLAN

Asimilasi terhadap narapidana tersebut sudah didasari pada Peraturan Menteri (Permen) Menteri Hukum dan HAM RI Nomor 10 Tahun 2020 tentang Syarat Pemberian Asimilasi dan Hak Integrasi bagi Narapidana. Permen itu diterbitkan dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran virus korona di dalam lapas.

Selain permen, pengeluaran napi itu juga mengacu pada Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor M.HH-19 PK.01.04.04 Tahun 2020. Dalam kepmen itu, dijelaskan hal yang menjadi pertimbangan dalam pembebasan adalah tingginya tingkat hunian di dalam lapas. Sehingga rentan penyebaran virus Covid-19. Namun, hak asimilasi dan integrasi itu tidak diberikan kepada napi kasus teroris, bandar narkoba dan koruptor. Sebab, jenis tindak pidananya masuk dalam PP Nomor 99 Tahun 2012.

Kepala Lapas Kelas II A Jember Yandi Suyandi menerangkan, keseluruhan 170 napi yang mendapat asimilasi tersebut sudah memenuhi syarat. Mereka dirumahkan secara bertahap. Nantinya, setelah berada di rumah, mereka tetap mendapatkan pengawasan. “Pengawasan di luar lapas dalam pantauan pihak kejaksaan dan Badan Pemasyarakatan (Bapas) melalui video call dan telepon langsung ke rumah. Setiap saat mereka diwajibkan untuk memberi kabar ketika di rumah,” tutur Yandi.

Bahkan, lanjut dia, begitu napi sampai di rumah, mereka sudah harus memberi laporan kepada Bapas Jember. “Kami juga memberikan data para napi itu ke Bapas. Dari 170 orang itu sudah kami berikan semua datanya untuk dilakukan pemantauan,” papar Yandi.

Selain itu, pembebasan narapidana asimilasi tersebut juga menjadi langkah mengurangi kapasitas penghuni saat ini di dalam Lapas Kelas II A Jember. “Dari awalnya 820 orang, sekarang menjadi 646 orang. Hal itu untuk mencegah penyebaran virus korona di dalam lapas,” imbuhnya.

Lapas Jember saat ini juga belum menerima tahanan baru. Baik tahanan dari kejaksaan maupun kepolisian. “Sementara, tahanan itu dititipkan di kepolisian dulu. Kami belum menerima tahanan berlaku sejak tanggal 24 Maret lalu, begitu surat dari kementerian turun, kami langsung melakukan penyetopan tahanan baru,” kata Yandi.

Reporter : Muchammad Ainul Budi

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti