Volume Bertambah, Rp 13 Miliar Diprediksi Kurang

Perawatan Jembatan dan Jalan Jompo

TAHAP PERBAIKAN: Volume pekerjaan bekas pertokoan Jompo bertambah. Awalnya hanya sekitar 100 meter, tetapi berubah jadi sekitar 180 meter.  

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Perbaikan jembatan dan jalan nasional tepatnya di depan Pertokoan Jompo sejatinya telah diusulkan BBPJN VIII Kementerian PUPR. Bahkan, anggarannya sudah siap dari pemerintah pusat mencapai Rp 13 miliar. Meski demikian, dana sebesar itu diprediksi kurang, karena ada pekerjaan tambahan volume di luar rencana yang diusulkan tahun 2019 lalu.

IKLAN

Kepala BBPJN VIII, Achmad Subqi menjelaskan, usulan tahun 2019 itu sebenarnya sudah clear untuk tahun ini. Yaitu, untuk membangun jembatan dan jalan yang panjangnya sekitar 100 meter. Jika diukur, panjang 100 meter tersebut yaitu mulai dari sisi timur jembatan sampai ke ruko nomor 15, di Jalan Sultan Agung, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates.

Anggaran sebesar Rp 13 miliar untuk pembangunan 100 meter tersebut merupakan hasil rekomendasi dari tim peneliti Kementerian PUPR. Akan tetapi, rencana pembangunan dengan dana sebesar itu diperkirakan tidak akan cukup mengingat tahun 2019 lalu tidak ada eksekusi pembongkaran sampai ruko ke-15. Ambruknya sembilan bangunan selanjutnya membuat ruko yang jumlahnya 31 unit dibongkar seluruhnya.

Dengan demikian, anggaran Rp 13 miliar diprediksi tidak akan cukup karena volume bangunannya bertambah. “Tahun ini memang sudah klir, anggarannya sudah ada Rp 13 miliar. Semula permintaan kita cuma 100 meter. Tetapi sekarang sampai optik (ruko ke-31,  Red), sehingga perbaikannya lebih panjang,” jelasnya.

Bertambahnya volume jalan yang akan dibangun bertambah sekitar 80 meter. Sehingga, panjang perawatan jembatan dan jalan yang harus dibangun yaitu mencapai sekitar 180 meter. Hal inilah yang menurut Achmad Subqi membuat anggaran yang sudah disiapkan diprediksi akan kurang. “Rp 13 miliar itu mungkin harus ditambah lagi,” tegasnya.

Sementara itu, bangunan pertokoan Jompo yang ambruk, di satu sisi cukup menguntungkan Pemkab Jember. Terlepas dari hiruk pikuk bencana atau bukan, pemkab tak perlu lagi mengeluarkan uang untuk pembongkaran bangunan retak nan miring yang kini sudah rata dengan tanah tersebut.

Ambruknya bangunan pertokoan Jompo tersebut, kiranya menjadi pelajaran besar bahwa jika ada bangunan miring dan retak, sudah harus segera dieksekusi. Apalagi, posisinya berada di atas atau di sempadan sungai.

Informasi yang berhasil dihimpun, pasca bangunan ruko rata dengan tanah, fungsi jalan nasional akan dikembalikan, termasuk fungsi sungai Jompo. Selain itu, di lokasi setempat rencananya akan dibuat taman sebagai pengganti dari berdirinya ruko yang telah menjadi kenangan tersebut.

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Hadi Sumarsono