Sujono, Tunanetra yang Belajar Filosofi Hidup dari Tanaman

GEMAR MEMELIHARA TANAMAN: Sujono, tunanetra asal Kecamatan Panti ini sangat menggemari tanaman. Bahkan ia banyak belajar filosofi kehidupan dari tanaman yang ia rawat.

PANTI.RADARJEMBER.ID- Tanaman tak sekadar untuk ditanam. Lebih dari itu, tanaman kiga mampu mengajarkan kepada manusia tentang kehidupan di alam semesta ini. Hal itu dirasakan oleh Sujono, tunanetra asal Dusun Glundengan, Desa Suci, Kecamatan Panti.

IKLAN

Dia mengaku sangat menggemari tanaman. Bahkan di halaman rumah berdinding kalsieboard berukuran 4×5 meter itu terdapat 25 jenis tanaman. “Saya menyukai tanaman sebagai wujud cinta terhadap alam. Tanaman itu setiap hari saya rawat,” ungkap Sujono.

Koleksi tanaman milik Sujono itu tidak semuanya dibeli dari orang lain. Beberapa di antaranya sengaja ia cari dari berbagai tempat di sekitaran Desa Suci.

“Sirih merah, sirih hijau, bambu kuning dan kumis kucing itu diperoleh saat saya sedang jalan-jalan menikmati udara segar di pagi hari. Walau tidak bisa melihat, namun saya bisa memastikan untuk mengenal jenis tanaman dan semua itu mengandalkan perasaan.”imbuh Sujono, tunanetra lajang dan hidup sendiri itu.

Dari berbagai tanaman milknya, Sujono lantas mencontohkan, filosofi kehidupan terkandung di tanaman delima dan belimbing. Hal itu dikatakannya sesuai ajaran agama yang dia yakini.

“Delima berasal dari kata dalima. Artinya dzal-nya ada lima dan ada di surat Al-Ikhlas.Selain itu, fisik buah belimbing berbentuk bintang lima dan mengandung filosofi bahwa orang hidup itu harus melaksanakan salat lima waktu,” pungkasnya. (*)

Reporter : Winardyasto

Fotografer : Winardyasto

Editor : Mahrus Sholih