Rektor Mengawali Pembangunan

KKN Unej Gagas Taman Eduwisata

PAMERAN PRODUK: Moh Hasan saat melihat bazaar yang dimotori oleh mahasiswa KKN Unej

RADAR JEMBER.ID – Rektor Universitas Jember Moh. Hasan berkesempatan mengawali pembangunan Taman Eduwisata Desa Sogaan, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, (7/8) kemarin. Pembangunan tersebut dimotori oleh peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Jember.

IKLAN

Pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama. Hasan bersama Kusno, Kepala Desa Sogaan, beserta jajaran Muspika Pakuniran serta beberapa pejabat Kabupaten Probolinggo. Dalam kesempatan itu, Hasan juga membuka Gebyar Bazaar Desa Sogaan yang diinisiasi mahasiswa KKN.

Rencananya, Taman Eduwisata yang berdiri di lahan desa seluas lima hektare ini berfungsi sebagai ruang publik. Ada fasilitas olahraga, pusat pemasaran produk desa, taman bermain, dan sarana umum.

Menurut Kusno, ide pembangunan Taman Eduwisata Desa Sogaan berawal dari keinginan memanfaatkan lahan desa yang kurang produktif. Selain sebagai fasilitas umum, juga diharapkan menjadi sarana yang mendatangkan penghasilan bagi Desa Sogaan.

Hasil musyawarah desa yang didampingi oleh mahasiswa KKN Tematik Unej akhirnya melahirkan konsep taman eduwisata. “Kebetulan desa kami tidak memiliki destinasi wisata yang spesifik. Akhirnya kami sepakat mengembangkan taman eduwisata yang diharapkan menjadi wahana bagi warga untuk beraktivitas,” jelas Kusno.

Desa Sogaan sendiri memiliki penduduk sejumlah 3.997 jiwa. Mayoritas bermata pencarian sebagai petani dan buruh tani. Produk utama pertanian Desa Sogaan adalah padi, jagung, dan tembakau. Selain bertani, warga juga memanfaatkan hasil alam yang subur seperti pohon aren, talas, tanaman obat semisal jahe, pisang, singkong, serta bambu untuk diolah sebagai produk makanan dan produk kerajinan.

“Pembangunan taman eduwisata ini didanai dari dana desa, dan corporate social responsibility (CSR) perusahaan yang ada di Probolinggo. Karena pembangunannya bertahap, maka kami berharap akan ada pendampingan berkelanjutan dari Universitas Jember melalui program KKN Tematik,” terang Kusno.

Sementara itu, Rektor Universitas Jember mengapresiasi ide pembangunan taman eduwisata di Desa Sogaan yang bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) melalui program KKN Tematik.

Menurutnya, program KKN Tematik disusun untuk membantu desa menemukan solusi atas masalah yang ada. Selain itu, melatih mahasiswa mengaplikasikan ilmu yang sudah diperoleh di bangku kuliah. “Kegiatan KKN tematik juga membantu pemerintah mewujudkan pencapaian pembangunan berkelanjutan atau yang dikenal sebagai SDGs, di antaranya meningkatkan derajat kesehatan, pendidikan, dan ekonomi masyarakat,” jelas Hasan.

M. Yasin, Camat Pakuniran, berharap adanya mahasiswa KKN di wilayahnya mampu memotivasi warganya untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi. “Jika dilihat secara umum, taraf ekonomi warga Desa Sogaan dan sembilan desa lainnya di Kecamatan Pakuniran tergolong mampu. Namun, belum banyak anak mudanya yang meneruskan pendidikan ke jenjang pendidikan tinggi. Semoga dengan kedatangan adik-adik mahasiswa Universitas Jember akan memotivasi anak-anak muda supaya mau kuliah,” harapnya.

Ketua Pusat Pemberdayaan Masyarakat LP2M Universitas Jember Ali Badrudin menambahkan, Desa Sogaan menjadi salah satu dari 40 desa binaan Unej, sehingga akan selalu mendapatkan pembinaan. Salah satunya melalui program KKN Tematik. “Khusus untuk pembangunan Taman Eduwisata Desa Sogaan nantinya akan diisi dengan fasilitas olahraga, taman bermain, pusat kuliner, toko yang menjual produk-produk UMKM warga Desa Sogaan dan desa lainnya, serta eduwisata pertanian,” tutur Ali.

Untuk diketahui, khusus Kabupaten Probolinggo, peserta program KKN Tematik gelombang II tahun akademik 2018/2019 fokus pada tema desa wirausaha dan wisata. Produk wirausaha yang dipamerkan dalam Gebyar Bazaar meliputi makanan rengginang, kerupuk pangsit, dan kerupuk bawang. Selain itu, Desa Pakuniran menampilkan gula aren, serta la’ang, minuman khas berbahan dasar air nira. Sementara itu, Desa Gondosuli membawa produk olahan pisang dan talas. (*)

Reporter : Bagus Supriadi

Fotografer : Istimewa

Editor : Bagus Supriadi